Kusta Bukan Kutukan, Melainkan Penyakit yang Dapat Diobati
- 12 Agt 2026 03:13 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kusta bukan kutukan, bukan akibat dosa, bukan guna-guna, dan bukan pula bukti bahwa seseorang berasal dari keluarga yang buruk. Kusta merupakan penyakit infeksi yang memiliki proses biologis dan dapat dijelaskan secara medis. Mengaitkan kusta dengan hukuman moral justru dapat melukai perasaan pasien sekaligus menghambat mereka mendapatkan pengobatan.
Mitos tentang kusta telah berkembang sejak lama di tengah masyarakat. Pada masa lalu, keterbatasan pengetahuan mengenai penyakit serta belum tersedianya terapi yang efektif membuat penderita kusta kerap diasingkan. Jejak sejarah tersebut hingga kini masih dapat ditemukan dalam bahasa, sikap, maupun kebiasaan masyarakat terhadap pasien kusta.
Akibat stigma yang masih bertahan, sebagian keluarga memilih menyembunyikan anggota keluarganya yang mengalami kusta. Ada pula pasien yang tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan sosial. Bahkan, orang yang telah menyelesaikan pengobatan masih dapat mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan, membangun hubungan sosial, atau mendapatkan pasangan.
Perlakuan diskriminatif tersebut tidak memiliki dasar medis. Pasien yang menjalani pengobatan secara teratur mengalami penurunan risiko penularan secara bermakna. Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara kondisi medis seseorang dengan penilaian moral terhadap dirinya maupun keluarganya.
Setelah dinyatakan selesai menjalani pengobatan, penyintas kusta berhak kembali ke sekolah, tempat kerja, lingkungan keluarga, dan kehidupan bermasyarakat tanpa perlakuan berbeda. Kesembuhan bukan hanya tentang terbebas dari penyakit, tetapi juga tentang pemulihan hak, martabat, dan kesempatan untuk menjalani kehidupan secara setara. ( Sumber : Kemkes Ri )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....