Lindungi Generasi Masa Depan dari Talasemia

  • 31 Jul 2026 21:22 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Talasemia merupakan salah satu penyakit genetik yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan gangguan pembentukan hemoglobin sehingga menyebabkan anemia kronis yang memerlukan penanganan jangka panjang. Indonesia termasuk negara dengan prevalensi pembawa sifat (carrier) talasemia yang cukup tinggi, diperkirakan mencapai 3–10% dari total populasi, bahkan di beberapa daerah prevalensinya dapat melebihi angka tersebut. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, diperkirakan terdapat jutaan individu yang menjadi pembawa sifat talasemia tanpa menyadari kondisinya.

Berdasarkan data cascade triwulan II skrining talasemia dari Kementerian Kesehatan tahun 2026 ditemukan sebanyak 338.776 peserta memiliki faktor risiko talasemia. Dari 204.260 orang yang diperiksa hemoglobinnya, terdapat 20.189 orang anemia sehingga memerlukan pemeriksaan darah lengkap. Namun, hanya sekitar 3.982 orang yang perlu pemeriksaan lanjutan dugaan talasemia. Dengan demikian, proporsi pemeriksaan lanjutan terhadap peserta yang dicurigai talasemia baru mencapai sekitar 44,75%.

Data nasional menunjukkan bahwa jumlah pasien talasemia yang terdaftar dan menjalani transfusi rutin terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini tidak hanya berdampak terhadap kualitas hidup pasien dan keluarganya, tetapi juga memberikan beban ekonomi yang besar bagi sistem kesehatan nasional melalui pembiayaan transfusi darah, terapi kelasi besi, pemeriksaan laboratorium, hingga komplikasi penyakit.

Talasemia adalah kelainan darah yang diturunkan (herediter) akibat mutasi gen yang mengatur pembentukan rantai globin pada hemoglobin. Akibatnya, produksi hemoglobin menjadi berkurang atau tidak normal sehingga sel darah merah mudah rusak dan mengalami penghancuran lebih cepat (hemolisis). Kondisi ini menyebabkan anemia kronis dengan berbagai derajat keparahan. Mutasi gen menyebabkan produksi hemoglobin tidak berlangsung secara normal sehingga oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh menjadi berkurang.

Talasemia merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui deteksi dini dan skrining genetik. Setiap individu memiliki peran penting dalam memutus rantai pewarisan penyakit ini. Skrining talasemia usia sekolah bisa didapatkan saat Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, sedangkan calon pengantin lakukan pemeriksaan talasemia di fasilitas kesehatan terdekat.(Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....