Penanganan Retinoblastoma Disesuaikan Keparahan Tingkatkan Harapan sembuh
- 31 Jul 2026 00:11 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Penanganan retinoblastoma bertujuan untuk membunuh sel kanker sekaligus mempertahankan fungsi penglihatan semaksimal mungkin. Pemilihan metode pengobatan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, ukuran tumor, lokasi kanker, serta kondisi kesehatan anak. Semakin dini retinoblastoma terdeteksi, semakin besar peluang keberhasilan terapi dan penyelamatan penglihatan.
Salah satu metode utama adalah kemoterapi, yaitu pemberian obat antikanker melalui infus untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi (kemoterapi neoadjuvan) untuk mengecilkan ukuran tumor sehingga tindakan operasi menjadi lebih mudah. Selain itu, kemoterapi juga dapat diberikan setelah operasi (kemoterapi adjuvan) guna membasmi sisa sel kanker dan mengurangi risiko penyebaran ke organ lain. Pada beberapa kasus, terutama ketika kedua mata terkena atau penyakit masih berada pada tahap awal, kemoterapi dapat menjadi terapi utama untuk mempertahankan penglihatan anak.
Pilihan pengobatan lainnya adalah radioterapi yang memanfaatkan sinar-X atau radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker maupun menghentikan pertumbuhannya. Terapi ini umumnya dipertimbangkan apabila tumor tidak dapat dioperasi atau tidak memberikan respons yang memadai terhadap kemoterapi. Penggunaan radioterapi pada anak dilakukan secara cermat karena harus mempertimbangkan risiko kerusakan jaringan sehat di sekitar mata serta kemungkinan efek samping jangka panjang.
Apabila ukuran tumor sudah sangat besar, penglihatan tidak lagi dapat diselamatkan, atau kanker tidak merespons terapi lain, dokter dapat merekomendasikan operasi enukleasi, yaitu pengangkatan bola mata beserta sebagian saraf optik. Tindakan ini bertujuan mencegah penyebaran kanker ke jaringan lain yang dapat membahayakan keselamatan jiwa pasien. Setelah operasi, anak dapat dipasangkan mata palsu yang disesuaikan dengan bentuk dan warna mata sehat sehingga tetap memberikan hasil yang baik dari sisi estetika.
Masyarakat diimbau untuk mengenali tanda-tanda retinoblastoma, seperti munculnya pantulan putih pada pupil mata, mata juling, atau gangguan penglihatan pada anak. Pemeriksaan sedini mungkin ke fasilitas kesehatan sangat penting agar diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat. Dengan penanganan yang tepat dan sesuai kondisi pasien, peluang kesembuhan retinoblastoma akan semakin tinggi sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak. ( Sumber : Kemkes Ri )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....