PKG Puskesmas Nunukan Timur Capai 14 Persen

  • 27 Jul 2026 23:55 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID Nunukan: Pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di wilayah kerja Puskesmas Nunukan Timur sepanjang triwulan kedua tahun 2026 ini masih menghadapi tantangan. Hingga saat ini, realisasi capaian program prioritas tersebut baru menyentuh angka sekitar 14 persen dari total basis warga sekitar 14.000 jumlah penduduk di Kelurahan Nunukan Timur. Angka ini masih jauh dari target ideal pertengahan tahun yang seharusnya berada di kisaran 50 persen.

Kepala Puskesmas Nunukan Timur, dr. Eka Aprina Lestari menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengejar target dengan menerapkan sistem jemput bola ke lingkungan RT. Namun, di lapangan, petugas kesehatan justru membentur berbagai kendala klasik yang bersifat administratif hingga ketidaksesuaian data.

"Kendala yang dihadapi petugas saat ini masih sama. Ada warga yang membawa NIK tetapi setelah diperiksa ternyata tidak valid. Selain itu, jumlah sasaran yang dibebankan kepada kami terlalu tinggi, karena saat petugas turun ke lapangan, jumlah riil warga tidak sesuai dengan jumlah data penduduk yang ada. Ini yang membuat target sulit dicapai pada praktiknya," ujar dr. Eka. Selasa (28/07/2026).

Selain masalah data, minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara dini juga menjadi faktor penentu mandeknya grafik capaian PKG. dr. Eka membeberkan adanya fenomena unik di mana warga yang berpartisipasi dalam setiap kegiatan jemput bola cenderung orang yang itu-itu saja.

"Kami sudah melibatkan pihak kelurahan dan ketua RT, bahkan sampai mendatangi lingkungan mereka hingga 3 sampai 4 kali. Tapi yang datang warga itu-itu saja, jadi capaian kami tidak naik-naik. Kesadaran akan kesehatan masih sangat sedikit. Kemungkinan ada warga yang takut divonis mengidap penyakit tertentu jika diperiksa, misalnya takut ketahuan kolesterol atau gulanya tinggi. Ada juga faktor kesibukan karena saat kami datang, mereka sedang bekerja, seperti yang bermata pencaharian sebagai nelayan," tambahnya.

Padahal, dr. Eka menegaskan bahwa tujuan utama dari PKG ini adalah mendeteksi secara dini potensi penyakit dalam tubuh masyarakat. Dengan deteksi awal, tim kesehatan dapat melakukan penanganan dan pencegahan lebih cepat sebelum kondisi pasien memburuk. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....