Sel Schwann Berperan Penting Dukung Regenerasi Saraf Tubuh

  • 21 Jul 2026 14:37 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjelaskan bahwa pemulihan gangguan saraf tidak hanya berfokus pada mengaktifkan kembali sirkuit saraf yang mengalami gangguan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung proses regenerasi jaringan. Dikutip dari laman Kemenkes RI, pendekatan biologi regeneratif menjadi salah satu harapan dalam meningkatkan keberhasilan pemulihan fungsi saraf.

Kemenkes RI menerangkan bahwa salah satu komponen penting dalam proses tersebut adalah sel Schwann, yaitu sel yang membentuk mielin atau selubung pelindung pada saraf di sistem saraf perifer. Mielin berfungsi sebagai lapisan isolasi yang membantu menghantarkan impuls saraf dengan cepat dan efisien.

Saat terjadi cedera saraf, sel Schwann dapat berubah menjadi repair Schwann cells atau sel Schwann perbaikan. Dalam kondisi ini, sel tersebut berperan membersihkan mielin yang rusak, mengaktifkan makrofag untuk mengangkat sisa-sisa jaringan yang rusak, serta membentuk Büngner bands, yaitu jalur penuntun yang membantu pertumbuhan kembali akson atau serabut saraf.

Selain itu, dikutip dari laman Kemenkes RI, repair Schwann cells juga melepaskan neurotrofin, yaitu molekul yang berfungsi mendukung pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan perbaikan sel-sel saraf. Kehadiran neurotrofin menciptakan lingkungan yang lebih kondusif sehingga proses regenerasi saraf dapat berlangsung lebih optimal.

Melalui pemahaman mengenai mekanisme regenerasi ini, Kemenkes RI berharap masyarakat semakin mengenal pentingnya inovasi dalam bidang kesehatan saraf. Penelitian mengenai biologi regeneratif diharapkan dapat membuka peluang lahirnya terapi yang lebih efektif untuk membantu pemulihan pasien dengan cedera maupun gangguan sistem saraf. ( Sumber : Kemkes Ri )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....