Tidur Berkualitas Perkuat Memori dan Plastisitas Otak Optimal
- 21 Jul 2026 14:35 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berfokus mengejar angka, seperti menumpuk jam belajar atau berburu skor pada aplikasi pembelajaran. Dikutip dari laman Kemenkes RI, pola belajar yang hanya mengutamakan kuantitas tanpa memperhatikan kualitas latihan justru berisiko membuat informasi cepat diingat, tetapi juga cepat terlupakan.
Kemenkes RI menjelaskan bahwa otak tidak hanya membutuhkan banyak pengulangan, tetapi juga repetisi yang bermakna. Latihan yang relevan, menantang, dan disertai waktu istirahat yang cukup akan membantu memperkuat proses pembelajaran sekaligus mendukung terbentuknya koneksi antarsel saraf yang lebih efektif.
Selain kualitas latihan, tidur dan nutrisi menjadi fondasi utama dalam mendukung plastisitas otak, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi, belajar, dan membentuk koneksi baru. Kemenkes RI mengibaratkan mengabaikan kedua hal tersebut seperti membangun bangunan di atas pasir yang mudah runtuh.
Dikutip dari laman Kemenkes RI, tidur yang cukup berperan penting dalam proses konsolidasi memori atau penguatan ingatan, sekaligus membantu penyegaran kembali sambungan antarsel saraf (sinaps). Sementara itu, asupan gizi yang seimbang menyediakan energi serta bahan pembentuk yang diperlukan agar jalur-jalur saraf baru dapat berkembang dan bekerja secara optimal.
Kemenkes RI mengajak masyarakat menerapkan pola belajar yang lebih sehat dengan mengutamakan kualitas latihan, menjaga waktu tidur yang cukup, serta memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Ketiga aspek tersebut menjadi kunci dalam menjaga kesehatan otak sekaligus meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat secara berkelanjutan. ( Sumber : Kemkes Ri )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....