PET Dukung Terapi Presisi Pemulihan Saraf Otak Modern
- 21 Jul 2026 14:33 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pencitraan otak terus mendukung penerapan neuro-rehabilitasi presisi. Dikutip dari laman Kemenkes RI, salah satu teknologi yang berperan penting adalah Positron Emission Tomography (PET), yaitu metode pemindaian menggunakan jejak radioaktif dalam dosis sangat kecil untuk membantu memantau aktivitas molekuler di dalam otak.
Kemenkes RI mengibaratkan PET sebagai "kamera tempat kejadian perkara (TKP)" yang mampu menunjukkan apakah terapi yang diberikan benar-benar mencapai target molekuler pada sinaps, yakni titik pertemuan antarsel saraf. Melalui teknologi ini, tenaga medis dapat mengevaluasi efektivitas intervensi secara lebih akurat dibanding hanya mengandalkan perubahan gejala klinis.
Melalui pemeriksaan PET, peneliti dan klinisi dapat mengamati perubahan pada reseptor, transporter, maupun aktivitas berbagai neurotransmiter yang berperan dalam fungsi otak. Beberapa di antaranya meliputi GABA yang membantu menghambat aktivitas saraf, dopamin yang berkaitan dengan motivasi, gerakan, dan penghargaan, serotonin yang berperan dalam suasana hati dan ritme biologis, glutamat sebagai penghantar sinyal utama, serta asetilkolin yang mendukung perhatian dan proses belajar.
Dikutip dari laman Kemenkes RI, apabila setelah rangkaian latihan rehabilitasi atau neuromodulasi terjadi perubahan yang sesuai pada sistem molekuler tersebut, hal itu menunjukkan bahwa terapi tidak hanya meningkatkan kemampuan pasien dalam menjalankan latihan. Lebih dari itu, terapi telah memengaruhi sirkuit utama otak yang menjadi dasar berbagai fungsi dan perilaku.
Kemenkes RI menilai pemanfaatan teknologi PET menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih presisi. Dengan pemantauan yang lebih mendalam terhadap respons terapi, diharapkan penanganan pasien dengan gangguan saraf dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran sehingga memberikan hasil pemulihan yang lebih optimal. ( Sumber : Kemkes Ri )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....