Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan, Batasi Asupan Harian
- 13 Jul 2026 16:08 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Kemenkes mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi gula. Asupan gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes melitus, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Karena itu, masyarakat diimbau membatasi konsumsi gula sesuai anjuran demi menjaga kesehatan jangka panjang.
Kebutuhan gula sebenarnya telah diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama sumber karbohidrat. Batas konsumsi gula yang dianjurkan adalah maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari. Apabila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak diimbangi aktivitas fisik, kelebihan gula akan disimpan sebagai lemak yang memicu berbagai gangguan kesehatan.
Salah satu penyumbang utama tingginya konsumsi gula berasal dari minuman berpemanis dalam kemasan. Berbagai produk seperti minuman bersoda, teh dan kopi kekinian, minuman energi, hingga jus buah kemasan umumnya mengandung gula dalam jumlah tinggi. Konsumsi minuman tersebut secara rutin dapat menyebabkan penumpukan gula darah yang berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda tubuh mengalami kelebihan gula. Di antaranya mudah merasa lapar dan lelah, penglihatan menjadi kabur, muncul keinginan terus-menerus mengonsumsi makanan manis, gerakan tubuh terasa lebih lambat, serta luka yang sulit sembuh. Apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
| Baca juga: Manfaat Kopi Hitam untuk Kesehatan |
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan membiasakan membaca label informasi nilai gizi sebelum membeli makanan atau minuman kemasan. Dengan memahami kandungan gula dalam setiap sajian, konsumen dapat memilih produk yang lebih sehat serta menghindari konsumsi gula tambahan secara berlebihan.
Memilih makanan dan minuman dengan pemanis alami, memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein, dan serat, serta menerapkan pola makan rendah gula. Aktivitas fisik secara rutin dan gaya hidup sehat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kadar gula darah tetap normal serta mencegah munculnya penyakit tidak menular.
Kemenkes berharap masyarakat semakin sadar bahwa membatasi konsumsi gula merupakan investasi kesehatan untuk masa depan. Langkah sederhana seperti mengurangi minuman manis, membaca label gizi, dan menerapkan pola hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....