Neuroplastisitas Membantu Otak Beradaptasi Sepanjang Kehidupan Manusia

  • 18 Mei 2026 14:41 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Neuroplastisitas merupakan kemampuan otak untuk merombak dan mengatur ulang koneksi maupun fungsinya sebagai respons terhadap pengalaman, proses belajar, kondisi lingkungan, hingga cedera. Konsep ini menunjukkan bahwa otak manusia bukan sistem yang bersifat tetap, melainkan jaringan hidup yang terus berkembang dan menyesuaikan diri sepanjang kehidupan.

Dalam keseharian, neuroplastisitas terjadi ketika seseorang mempelajari hal baru, mengulang keterampilan, atau menjalani proses pemulihan setelah gangguan kesehatan. Otak akan membentuk jalur komunikasi baru agar proses berpikir, bergerak, dan memahami sesuatu menjadi lebih efektif dan efisien.

Perubahan tersebut berlangsung pada tingkat struktural dan fungsional. Pada tingkat struktural, jumlah dendrit dan sinaps antar sel saraf dapat bertambah maupun berkurang sesuai kebutuhan aktivitas otak. Bahkan di area tertentu, otak mampu membentuk neuron baru melalui proses yang dikenal sebagai neurogenesis.

Sementara itu, pada tingkat fungsional, otak mengatur kekuatan sinyal antar sel saraf. Sambungan yang sering digunakan akan diperkuat sehingga informasi dapat diproses lebih cepat dan akurat. Sebaliknya, sambungan yang jarang digunakan akan melemah agar jaringan saraf bekerja lebih hemat dan terarah.

Para ahli menjelaskan bahwa mekanisme tersebut mengikuti prinsip “use it or lose it”, yakni koneksi saraf yang terus digunakan akan semakin kuat, sedangkan yang tidak digunakan akan menyusut. Prinsip ini berlangsung sejak masa tumbuh kembang hingga dewasa, membuktikan bahwa pembelajaran dan pengalaman hidup memiliki peran penting dalam membentuk kesehatan dan fungsi otak manusia. ( Sumber : Kemkes Ri )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....