Bahaya Campak: Lumpuhkan Sistem Pertahanan Tubuh Terhadap Penyakit Lama

  • 29 Mar 2026 13:28 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Campak merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan menular. Sebuah studi menyatakan bahwa virus campak bisa menghapus memori sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit lain yang diderita sebelumnya.

Para peneliti menyebut kondisi ini sebagai 'amnesia imun'. Sistem kekebalan tubuh kita dapat diibaratkan seperti perpustakaan raksasa yang menyimpan memori 'cara mengalahkan' penyakit serius.

Jika memori sistem kekebalan tubuh terhapus, orang yang sembuh dari campak akan rentan terhadap infeksi serius lainnya, seperti flu bahkan pneumonia. Penelitian yang dipimpin oleh Michael Mina dari Harvard TH Chan School of Public Health mengambil sampel darah dari 77 anak yang belum divaksinasi di Belanda dan 33 anak telah divaksinasi.

Sampel tersebut diambil sebelum dan sesudah wabah campak tahun 2013. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa setelah terkena campak, anak-anak yang belum divaksin kehilangan 11–73% antibodi penangkal infeksi mereka. Sementara, 33 anak yang telah divaksinasi tidak kehilangan antibodi.

Para peneliti juga mempelajari monyet makaka yang terinfeksi campak dan menemukan bahwa dalam kurun waktu 5 bulan, monyet-monyet tersebut kehilangan 40-60% antibodi mereka terhadap patogen yang penah mereka alami di masa lalu.

Melalui penelitian itu Mina menyimpulkan anak-anak yang terkena campak dapat membangun kembali kekebalan yang hilang, tetapi hanya jika mereka terpapar kembali pada infeksi atau mendapatkan vaksinasi. Oleh karena itu, ia menyoroti betapa pentingnya vaksinasi campak.

Campak menginfeksi saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, dan ruam di seluruh tubuh.

Gejala campak biasanya dimulai 10–14 hari setelah terpapar virus. Ruam yang menonjol adalah gejala yang paling terlihat.

Gejala awal biasanya berlangsung 4–7 hari. Gejala tersebut meliputi hidung berair, batuk, mata merah dan berair, bintik-bintik putih kecil di bagian dalam pipi. Ruam mulai muncul sekitar 7–18 hari setelah terpapar, biasanya di wajah dan leher bagian atas.

Ruam menyebar selama sekitar 3 hari, akhirnya ke tangan dan kaki. Biasanya berlangsung 5–6 hari sebelum memudar. Sebagian besar kematian akibat campak disebabkan oleh komplikasi yang terkait dengan penyakit tersebut.

Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah terkena campak atau menyebarkannya ke orang lain. Vaksin membantu tubuh melawan virus.

Sumber: hsph.harvard.edu dan www.who.int

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....