Kenali Osteoporosis dan Pencegahannya
- 23 Mar 2026 17:48 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Osteoporosis merupakan suatu penyakit kelainan tulang sistemik yang ditandai oleh pengurangan massa tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan rentan patah walaupun terkena trauma minimal. Osteoporosis bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause yaitu rata-rata pada usia di atas 50 tahun. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen yang berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang. Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis antara lain memiliki riwayat keluarga penderita osteoporosis, mengalami kekurangan vitamin D dan kalsium, mengalami gangguan hormonal dan penyakit tertentu (Malabsorbsi dan Crohn Disease), mengkonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama, mengalami kecanduan alkohol, dan merokok.
Penyandang osteoporosis bisa mengalami gejala antara lain mudah mengalami patah tulang walau hanya karena benturan yang ringan, nyeri punggung biasanya disebabkan oleh patah tulang belakang, postur badan membungkuk, serta tinggi badan berkurang. Osteoporosis sering kali baru terdeteksi ketika penderitanya mengalami cedera yang menyebabkan patang tulang, kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui Rontgen atau CT scan untuk melihat dengan jelas kondisi tulang yang patah.
Osteoporosis pada beberapa keadaan sulit untuk dicegah, namun bisa dikurangi risikonya dengan berhenti merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, melakukan pemeriksaan berkala jika sudah menopause, berolahraga secara teratur serta mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D dan kalsium.
Kalsium berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, selain itu untuk menjaga fungsi otot, saraf dan jantung. Untuk tulang dan gigi merupakan struktur tubuh yang paling banyak dibentuk oleh kalsium, dimana 99% asupan kalsium digunakan untuk pembentukan tulang dan gigi. Fungsi kalsium untuk membentuk tulang sudah dimulai sejak di dalam kandungan dan akan berlanjut hingga mencapai puncaknya pada kisaran usia 30 tahun. Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan kalsium harus dimulai sejak masa dalam kandungan, anak-anak hingga lansia.
Selain itu kecukupan vitamin D yang berfungsi membantu meningkatkan penyerapan kalsium juga penting untuk dipenuhi. Kebutuhan kalsium orang dewasa sekitar 1000mg/hari, sementara untuk lansia membutuhkan kalsium sekitar 1200mg/hari.
Mengingat pentingnya asupan kalsium untuk mencapai kepadatan tulang serta mencegah terjadinya osteoporosis, maka sebaiknya kita dapat memperhatikan asupan kalsium harian sejak masa anak-anak hingga dewasa untuk mencegah terjadinya osteoporosis, sehingga bisa hidup dengan sehat dan selalu produktif.
(Sumber: keslan.kemkes.go.id)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....