Puasa Bukan Menambah Porsi Makan, Fokus Kendalikan GGL
- 18 Feb 2026 17:22 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Masuknya bulan Ramadan sering kali menjadi momen di mana banyak umat Muslim memperhatikan pola makan mereka. Namun, perubahan kebiasaan makan yang kurang tepat justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, terutama bila porsi makan dan asupan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) ikut meningkat.
Menurut keterangan dari Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI, pola makan masyarakat Indonesia saat ini menunjukkan kecenderungan konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam akibat kemajuan teknologi pangan dan gaya hidup modern. Pola konsumsi tersebut menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat.
| Baca juga: Manfaat Kopi Hitam untuk Kesehatan |
Selama Ramadan, perubahan jadwal makan sering membuat sebagian orang berpikir untuk menambah porsi makanan saat berbuka puasa sehingga tubuh tetap kuat beribadah sepanjang hari. Namun, asumsi ini justru berisiko meningkatkan asupan kalori yang tidak diperlukan tubuh.
Kementerian Kesehatan mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan batas konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran harian. Secara umum, batasan ini adalah 50 gram gula, 5 gram garam, dan 67 gram lemak per orang per hari dengan rumus sederhana G4 G1 L5. Konsumsi di atas batas tersebut dapat memicu gangguan kesehatan.
Para pakar kesehatan menjelaskan, ketika asupan GGL berlebihan, tubuh dapat mengalami gangguan metabolik, termasuk lonjakan kolesterol dan gula darah, yang kemudian berpotensi memicu penyakit jantung, diabetes, dan kondisi PTM lainnya yang sering menjadi beban kesehatan di Indonesia.
Karena itu, kontrol pola makan saat sahur dan berbuka sangat penting dijaga. Masyarakat dianjurkan untuk memilih makanan sehat bergizi seimbang, yang kaya akan serat seperti buah, sayur, dan sumber protein sehat serta menghindari makanan dan minuman manis, asin, atau berlemak tinggi.
Dengan menerapkan pola makan yang tepat selama Ramadan, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar sekaligus menjaga kesehatan tubuh dari risiko penyakit yang disebabkan kebiasaan makan tidak sehat.(Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....