Wangi Khas Tanah setelah Turun Hujan

  • 25 Sep 2026 05:09 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Air hujan yang turun memang memberikan banyak berkah bagi yang mensyukurinya seperti bisa mengairi sawah, perkebunan, mencegah kekeringan, dan bagi para pecinta hujan momen seperti musim penghujan sangat dinanti-nanti karena pada saat hujan turun akan menghasilkan bau tanah khas yang aromanya sangat semerbak.

Namun, apakah kalian tahu mengapa tanah ketika bersentuhan dengan air hujan dapat menghasilkan aroma khas yang disebut sebagai petrichor tersebut?

Bau khas hujan saat pertama kali membasahi bumi adalah petrikor atau petrichor. Kata itu berasal dari kombinasi awalan “Petr” yang merujuk pada batu dan “Ichor” yang merujuk pada aroma yang lemah. Kamus Merriam-Webster mendeskripsikan petrichor sebagai bau tanah yang menyenangkan yang diasosiasikan dengan hujan, terutama setelah cuaca panas dan kering. Bau juga bisa disebabkan oleh kombinasi minyak nabati yang mudah menguap dan geosmin yang dilepaskan dari tanah ke udara dan dengan ozon.

Istilah ini diciptakan pada tahun 1964 oleh dua peneliti CSIRO, Isabel Joy Bear dari Australia dan Roderick G. Thomas dari Britania Raya, untuk sebuah artikel yang diterbitkan di jurnal Nature. Mereka menjelaskan dalam artikel mereka bahwa bau tersebut berasal dari minyak yang dikeluarkan tanaman tertentu dalam cuaca kering saat minyak terserap ke dalam tanah dan bebatuan seperti tanah liat.

Saat hujan, minyak dilepaskan ke udara bersama senyawa lain, geosmin, produk sampingan dari metabolisme aktinobakteria yang dilepaskan ke tanah lembab dan menciptakan aroma uniknya, tanaman mengeluarkan minyak untuk melindungi benih dari perkecambahan di bawah tekanan.

Beberapa peneliti percaya bahwa manusia menyukai bau hujan karena nenek moyang mereka mungkin bergantung pada angin musim hujan untuk bertahan hidup. (Sumber: Gramedia.com)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....