Pacu Literasi Pelajar lewat Lomba Menulis Bertema Lingkungan dan Nasionalisme

  • 02 Sep 2026 13:01 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID Nunukan: Dalam rangka membangun kecintaan membaca di kalangan generasi muda. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan, penyelenggaraan Lomba Menulis tingkat SMP, MTs sederajat dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Ajang kompetitif yang edukatif tersebut dipusatkan di Gedung BKPSDM Nunukan dan berhasil menyita perhatian luas dari kalangan pelajar setempat.

Bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-81 ini mengusung tema yaitu "Cintaku Indonesiaku" dan "Hutanku". untuk memantik kesadaran ekologis sekaligus menanamkan rasa nasionalisme pada diri peserta didik. Melalui tulisan, para pelajar diajak menuangkan gagasan kreatif mereka mengenai pelestarian lingkungan serta kecintaan terhadap tanah air.

Apresiasi datang dari Wakil Ketua TP. PKK Kabupaten Nunukan, Susanti. Istri Wakil Bupati Nunukan tersebut memuji langkah proaktif Dinas Perpustakaan yang dinilai sukses mendorong budaya literasi di tengah masyarakat melalui kegiatan positif.

"Dalam lomba ini saya sangat mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan yang mendorong budaya literasi di tengah masyarakat dengan kegiatan yang sangat positif ini," ujar Ibu Susanti, Wakil TP. PKK Kabupaten Nunukan. Rabu (02/09/2026).

peserta terpantau dengan total 82 pelajar yang mendaftarkan diri. Kepala Bidang Perpustakaan dan Naskah Kuno Dinas Perpustakaan Nunukan, Rusnaeni, merinci bahwa tingginya animo pelajar SMP membuat panitia harus membagi jalannya kompetisi ke dalam dua sesi terpisah. Sebanyak 42 peserta berkompetisi pada sesi pagi hari, sementara 40 peserta sisanya mengikuti perlombaan pada sesi siang.

Tercatat ada lima peserta yang rela datang jauh-jauh dari Kecamatan Lumbis demi ikut memeriahkan ajang Tahunan ini. Sebagian besar peserta lainnya didominasi oleh para siswa yang duduk di bangku kelas 2 dan kelas 3 SMP sederajat yang menunjukkan kesiapan mental tinggi dalam menulis.

Guna menjaga validitas dan orisinalitas karya, panitia menerapkan standar teknis yang ketat selama lomba berlangsung. Peserta sepenuhnya dilarang membawa telepon seluler ke ruang ujian untuk menghindari plagiasi atau ketergantungan digital.

Seluruh naskah wajib ditulis asli menggunakan Form 12 dengan format margin khusus 4-3-3-3, mencantumkan identitas diri serta asal sekolah, sebelum akhirnya dikumpulkan dalam bentuk soft copy untuk dinilai oleh tiga dewan juri profesional dari kalangan akademisi, jurnalis, dan tokoh literasi lokal. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....