Ilmu Filsafat Membaca Karakter
- 16 Agt 2026 06:02 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Namanya ilmu firasat, dan orang yang menuliskannya adalah Fakhruddin Ar-Razi, ulama sekaligus ilmuwan Persia abad ke-12. Ia tidak hanya menguasai tafsir dan fikih, tapi juga filsafat, kedokteran, dan logika.
Dari situ lahir kitab al-Firasah, panduan membaca karakter manusia lewat tanda-tanda fisik yang tampak di tubuh. Ar-Razi membagi tubuh manusia jadi tujuh belas bagian yang masing-masing menyimpan petunjuk watak, mulai dari dahi, alis, mata, hidung, sampai punggung dan telapak kaki.
| Baca juga: Memaknai Cinta dalam "Yang Mendekap Kasih" |
Fakhruddin menulis, petunjuk yang muncul dari area kepala jauh lebih kuat dibanding petunjuk dari bagian tubuh lainnya. Wajah, katanya, adalah cermin paling jujur.
Contohnya soal dahi. Dahi yang berkerut dan cenderung rata menandakan pemiliknya seorang pemarah. Dahi yang kecil menunjukkan wataknya cenderung bodoh, sementara dahi besar justru menandakan sifat pemalas sekaligus pemarah.
| Baca juga: Mengenal 5 Penulis Terkenal Abad ke-19 |
Bagian mata pun tak luput, warna hitam pekat pada bola mata sering dikaitkan dengan sifat penakut. Bentuk hidung juga jadi petunjuk penting. Ujung hidung yang lancip menandakan orangnya suka bermusuhan, peragu, dan gemar meremehkan orang lain. Sebaliknya, pangkal hidung yang pesek dikaitkan dengan nafsu yang besar.
Semua ini bukan tebakan asal, tapi hasil pengamatan ilmiah atas cairan tubuh dan temperamen seseorang. Yang menarik, Ar-Razi menegaskan firasat bukan klenik atau ramalan nasib, tapi ilmu yang bisa dipelajari dan diajarkan.
Bahkan Ibnu Qayyim menyebutnya sebagai cahaya yang Allah letakkan di hati hamba-Nya. Kalau kamu penasaran seluruh tujuh belas tanda tubuh itu, seluruh isinya ada lengkap di Kitab Firasat. (Sumber: Filsafatilmu)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....