Rahasia Ubur-Ubur yang Terbentuk dari 95 Persen Air

  • 31 Jul 2026 12:00 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan — Di antara jajaran makhluk yang menghuni Samudra Luas, ubur-ubur berdiri sebagai salah satu organisme paling asing sekaligus memikat. Tanpa adanya otak, jantung, tulang, maupun darah, makhluk ini mampu mengarungi samudra bumi dengan gerakan yang sangat anggun. Rahasia utama dari keberadaan mereka yang misterius terletak pada komposisi tubuhnya yang unik: sekitar 95 persen tubuh ubur-ubur terdiri atas air murni.

Secara struktur biologis, ubur-ubur sejatinya adalah 'air laut yang hidup'. Tubuh mereka yang kenyal dan tembus pandang utamanya dibentuk oleh jaringan tipis bernama mesoglea, sebuah materi mirip jeli yang diapit oleh dua lapisan sel tipis. Karena mayoritas bobot tubuhnya berupa cairan, ubur-ubur dapat mempertahankan bentuk fisiknya hanya ketika mereka berada di dalam air.

Komposisi tubuh yang hampir sepenuhnya air ini memberi ubur-ubur efisiensi energi yang tak tertandingi di alam liar. Mereka tidak memerlukan energi besar untuk membangun dan memelihara struktur tulang keras atau otot yang padat. Daya apung alami yang dihasilkan oleh kandungan air dalam tubuhnya membuat ubur-ubur dapat melayang di dalam kolom air dengan pengeluaran energi yang sangat minim.

Meskipun terlihat sangat ringkih dan tampak seperti cairan yang melayang, ubur-ubur adalah predator laut yang sangat efektif. Mengandalkan tentakel yang dilengkapi dengan jutaan sel penyengat berbisa bernama cnidocytes, ubur-ubur dapat melumpuhkan mangsa seperti ikan kecil atau udang dalam hitungan detik. Ketiadaan struktur tubuh yang padat tidak menghalangi mereka untuk memegang peran penting di rantai makanan laut.

Bentuk adaptasi berbasis air ini juga menjadi alasan mengapa ubur-ubur sangat rentan terhadap perubahan kondisi di luar habitatnya. Ketika tersapu ombak ke daratan dan terdampar di pasir pantai, tubuh ubur-ubur akan kehilangan cairannya secara masif akibat penguapan. Hanya dalam waktu beberapa jam saja di bawah terik matahari, ubur-ubur akan mengering hingga hampir tak berbekas, menyisakan sedikit materi organik yang tipis.

Evolusi tubuh sederhana berbahan dasar air ini terbukti menjadi salah satu strategi bertahan hidup paling sukses di planet ini. Catatan fosil menunjukkan bahwa ubur-ubur telah mengarungi lautan bumi selama lebih dari 500 juta tahun. Mereka berhasil melewati berbagai peristiwa kepunahan massal yang menumpaskan ribuan spesies bertulang keras, termasuk era kejayaan dinosaurus.

Keunggulan komposisi 95 persen air ini semakin terlihat jelas di tengah kondisi krisis iklim modern saat ini. Di saat banyak spesies laut kesulitan beradaptasi dengan kenaikan suhu dan pemanasan global, ubur-ubur justru mengalami peningatan populasi yang pesat (jellyfish bloom). Tubuhnya yang sederhana membuat mereka lebih fleksibel menghadapi perubahan suhu dan penurunan kadar oksigen di lautan.

Dunia sains modern kini menaruh perhatian besar pada keunikan biologi ubur-ubur untuk pengembangan teknologi masa depan. Para Peneliti dan ilmuwan material mengkaji struktur mesoglea untuk memformulasi materi hidrogel fleksibel yang dapat dimanfaatkan dalam dunia kedokteran, seperti pembuatan jaringan buatan dan lensa kontak canggih.

Pada akhirnya, ubur-ubur adalah bukti nyata keajaiban rekayasa biologis di bumi. Dengan modal komposisi tubuh yang hampir seluruhnya air, makhluk tanpa otak dan tulang ini membuktikan bahwa kesederhanaan struktur biologis justru bisa menjadi kunci utama untuk mendominasi samudra selama ratusan juta tahun.

(Sumber: Buku Fakta-Fakta Unik Dunia – Emeralda-Diana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....