Mitos Ingatan Singkat: Benarkah Daya Ingat Ikan Hanya 3 Detik?

  • 31 Jul 2026 11:27 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan — Di antara berbagai mitos dunia hewan yang beredar luas di masyarakat, anggapan bahwa ikan hanya memiliki daya ingat selama tiga detik adalah salah satu yang paling populer. Ungkapan "daya ingat seperti ikan mas" sering kali diucapkan secara santai untuk menyindir seseorang yang pelupa. Mitos ini telah dipercaya secara turun-temurun dan melekat kuat dalam budaya populer.

Namun, serangkaian penelitian ilmiah di bidang zoologi dan neurosains modern secara tegas membantah anggapan tersebut. Para ilmuwan mengonfirmasi bahwa klaim ingatan tiga detik hanyalah kekeliruan besar tanpa dasar ilmiah. Kenyataan biologis menunjukkan bahwa sebagian besar spesies ikan memiliki ingatan jangka panjang yang mampu bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Eksperimen yang dilakukan di berbagai universitas terkemuka menunjukkan tingkat kecerdasan dan kemampuan belajar ikan yang mengagumkan. Dalam sebuah studi, ikan mas (Carassius auratus) dilatih untuk menekan tuas khusus guna mendapatkan makanan. Ketika akses tuas tersebut dibatasi hanya pada jam tertentu dalam sehari, ikan-ikan tersebut mampu mempelajari jadwal tersebut dan hanya mendatangi tuas pada waktu yang tepat.

Hebatnya lagi, kemampuan pengingatan ini tidak hilang dalam hitungan hari atau minggu. Ketika instrumen uji dicabut dan diperkenalkan kembali beberapa bulan kemudian, ikan-ikan tersebut masih mengingat cara kerja tuas dan sinyal yang mendahuluinya. Penelitian lain menunjukkan bahwa ikan yang diajari navigasi labirin dapat mengingat rute terobosan tersebut secara presisi bahkan setelah satu bulan berlalu.

Selain ingatan operasional, ikan juga memiliki kemampuan pemetaan spasial dan pengenalan individu yang kuat. Ikan hias di akuarium rumah, misalnya, sering kali terbukti mampu mengenali wajah pemelihara mereka. Mereka dapat membedakan orang yang rutin memberi makan dengan orang asing yang jarang berinteraksi dengan mereka.

Lantas, dari mana mitos daya ingat tiga detik ini berasal? Para peneliti menduga mitos ini berkembang dari ketidakpahaman publik serta upaya rasionalisasi industri perdagangan ikan hias di masa lalu. Mitos ini kerap dimanfaatkan untuk membenarkan pemeliharaan ikan di dalam wadah kaca bulat yang sangat kecil tanpa dekorasi atau fasilitas pengayaan lingkungan (enrichment).

Logika keliru yang berkembang mengasumsikan bahwa jika ikan lupa setiap tiga detik, mereka tidak akan merasa bosan berada di dalam wadah sempit yang monoton. Padahal, riset membuktikan bahwa ikan adalah makhluk bersensitivitas tinggi yang bisa mengalami stres dan kebosanan jika ditempatkan di lingkungan yang terbatas tanpa stimulasi mental.

Aspek ingatan sosial pada ikan juga tak kalah menakjubkan. Beberapa spesies ikan sosial dapat mengingat individu lain di dalam kelompoknya, melacak reputasi rekan berenang, dan bahkan menghindari individu yang pernah bertindak egois saat menghadapi ancaman predator. Kemampuan ini menunjukkan struktur kognitif yang kompleks dan jauh melampaui dugaan manusia.

Pada akhirnya, pembongkaran mitos daya ingat tiga detik ini menjadi pengingat penting bagi manusia untuk memperlakukan satwa akuatik dengan lebih bertanggung jawab. Ikan bukanlah sekadar hiasan tanpa memori, melainkan organisme cerdas dengan sistem ingatan yang mampu menangkap, mengingat, dan beradaptasi terhadap dunia di sekitar mereka.

(Sumber: Buku Fakta-Fakta Unik Dunia – Emeralda-Diana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....