Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Ini Daftar Wilayah yang Dilintasi

  • 31 Jul 2026 12:35 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Sejumlah fenomena astronomi memukau bakal mewarnai langit pada Agustus tahun ini. Selain puncak hujan meteor Perseid, fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) dipastikan akan menghiasi bumi pada 12 Agustus 2026.

Secara astronomis, gerhana matahari terjadi saat posisi bulan berada tepat di antara bumi dan matahari, sehingga bayangan bulan jatuh ke sebagian permukaan bumi. Bayangan ini terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu umbra, penumbra, dan antumbra.

Umbra merupakan bayangan bagian dalam yang sangat gelap, sedangkan penumbra adalah bayangan outer yang cenderung lebih terang. Sementara itu, antumbra merupakan perpanjangan dari umbra dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi.

Daerah di permukaan bumi yang masuk ke dalam cakupan umbra dapat menyaksikan fenomena gerhana matahari total secara sempurna, yakni saat seluruh piringan matahari tertutup oleh piringan bulan. Seiring dengan rotasi bumi dan revolusi bulan, bayangan umbra tersebut bergerak dari barat ke timur, membentuk pita sempit di permukaan bumi yang dikenal sebagai jalur totalitas. Masyarakat yang berada di lintasan ini dapat menyaksikan detik-detik matahari perlahan tertutup penuh oleh bayangan bulan.

Sebaliknya, wilayah yang berada di area penumbra hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian, di mana piringan matahari tidak tertutup sepenuhnya saat berada di fase maksimum. Adapun wilayah di luar area penumbra tidak akan merasakan dampak fenomena ini sama sekali.

Pada peristiwa 12 Agustus 2026 mendatang, jalur totalitas gerhana akan melintasi Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol, hingga sebagian kecil wilayah Portugal.

Waktu puncaknya pun bervariasi bergantung pada lokasi geografis:

  1. Rusia Utara: Gerhana Matahari Total terjadi tepat pada tengah hari di wilayah terpencil;

  2. Greenland dan Islandia: Matahari akan mulai menggelap pada akhir sore hingga awal malam;

  3. Spanyol serta ujung barat laut Portugal, fase totalitas baru terjadi pada akhir malam, sesaat sebelum matahari terbenam.

Di sisi lain, kawasan Belahan Bumi Utara lainnya hanya akan merasakan fenomena gerhana matahari sebagian. Wilayah ini mencakup bagian utara Amerika Serikat (dari Alaska hingga Carolina Utara), sebagian besar Kanada, Eropa, serta Afrika bagian barat laut.

Menariknya, bagi wilayah di sepanjang jalur barat gerhana seperti daratan Eropa dan Afrika, Matahari akan terbenam ketika masih dalam kondisi terhalang sebagian. Momen unik ini memberikan kesempatan langka bagi masyarakat setempat untuk menyaksikan fenomena gerhana saat Matahari terbenam (sunset eclipse).

Sumber: science.nasa.gov & bosscha.itb.ac.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....