Refleksi Kritis Atas Buku "Jangan Taruh Wanita Semau Udelmu"

  • 27 Jul 2026 17:22 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Di tengah dinamika sosial yang kerap meminggirkan posisi perempuan dalam bayang-bayang budaya patriarki, karya literatur hadir sebagai cermin sekaligus alat kritik. Buku bertajuk "Jangan Taruh Wanita Semau Udelmu" karya Rohmadi Rusdi kembali membuka ruang diskursus publik mengenai bagaimana masyarakat memandang, memperlakukan, dan menempatkan wanita secara adil, jauh dari sekadar objek subordinat yang bisa diperlakukan semena-mena.

Dekonstruksi Budaya dan Objektifikasi

Mengusung judul yang sarat dengan gaya bahasa lokal yang lugas, tegas, dan membumi, Rohmadi Rusdi menyoroti fenomena sosial di mana perempuan sering kali diletakkan pada posisi yang merugikan. Istilah "semau udelmu" (sesuka hati sendiri) merepresentasikan egoisme struktural maupun kultural yang kerap dilakukan oleh sebagian pihak terhadap kaum perempuan.

Dalam ulasan dan bedah substansi buku ini, penulis menentang keras pandangan kuno yang kerap mereduksi esensi kewartawanan atau eksistensi wanita hanya sebatas atribut fisik semata—seperti stigma usang yang kerap melekat di masyarakat tradisional maupun modern.

Menghapus Stigma, Menegakkan Keadilan

Sebagai figur intelektual yang dikenal dengan karya-karya pemikiran kritisnya, Rohmadi mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hakikat relasi antara laki-laki dan perempuan. Buku yang di terbitkan oleh Pena Saran Media pada 2007 ini, menyoroti beberapa poin krusial, di antaranya:

  • Kritik Sosial: Menyoroti kebiasaan buruk masyarakat yang kerap menjadikan wanita sebagai pihak yang disalahkan atau diperlakukan tanpa empati.

  • Kesetaraan Bermartabat: Mendorong pembaca agar memposisikan wanita—baik sebagai ibu, istri, maupun anggota masyarakat—dengan penghormatan yang utuh, bukan berdasarkan hawa nafsu atau kekuasaan semata.

  • Pendidikan Moral: Mengingatkan kembali nilai-nilai luhur agama dan etika sosial yang menjunjung tinggi kemuliaan kaum hawa.

Gaya Bahasa dan Daya Tarik

Ditulis dengan gaya bertutur yang mengalir, kritis, namun tetap diselingi dengan bahasa khas yang mudah dicerna, buku ini tidak menggurui pembaca. Sebaliknya, pembaca diajak melakukan self-reflection (introspeksi diri) terhadap realitas keseharian di lingkungan terdekat mereka.

Melalui karya ini, Rohmadi Rusdi berhasil menyuarakan pesan universal bahwa memuliakan wanita bukanlah bentuk kelemahan, melainkan tolok ukur peradaban sebuah bangsa. Buku "Jangan Taruh Wanita Semau Udelmu" tetap relevan untuk dibaca sebagai pengingat moral di era modern, di mana penghargaan terhadap hakikat kemanusiaan dan keadilan gender menjadi fondasi utama kehidupan bermasyarakat. (Sumber: Buku kita.com)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....