Momentum Hari Sungai Nasional: Menagih Kepedulian terhadap Ekosistem Air Pertiwi

  • 27 Jul 2026 15:29 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Tahukah Anda, setiap tanggal 27 Juli diperingati sebagai Hari Sungai Nasional? Peringatan ini secara resmi ditetapkan dalam Pasal 74 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Hari Sungai Nasional diperingati sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi sungai di Bumi Pertiwi. Sejak dahulu, sungai memiliki peranan penting, baik dalam proses migrasi manusia, lalu lintas perdagangan rempah, hingga menjadi benteng pertahanan pada masa perang gerilya.

Sayangnya, kondisi sungai di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan. Berdasarkan hasil Pemantauan Mutu Air Semester I 2025 di 4.482 lokasi pada 1.482 sungai, tercatat sebanyak 70,7% lokasi telah tercemar.

Sementara itu, hanya 29,3% yang masih memenuhi baku mutu. Tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Kepulauan Riau, dan Papua Selatan, bahkan mencatat seluruh titik pemantauan sungainya mengalami pencemaran.

Mengutip laporan Living Planet Report (LPR) dari World Wide Fund for Nature (WWF), Living Planet Index (LPI) untuk populasi air tawar secara global menurun signifikan sebesar 81% dalam kurun waktu 1970 hingga 2012. Penurunan ini dipicu oleh perubahan lingkungan, salah satunya akibat gangguan siklus air oleh aktivitas manusia yang berdampak langsung pada iklim dan biosfer.

Dampak krisis air ini kian nyata, di mana sekitar 5 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan melalui air tercemar. Di Indonesia sendiri, beberapa pulau besar seperti Pulau Jawa, Sulawesi, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengalami defisit air tawar.

Meski Pulau Sumatera saat ini masih mencatatkan surplus air tawar, keberadaan sumber-sumber air tersebut tetap terancam oleh pencemaran dari aktivitas tak ramah lingkungan, seperti pertambangan, pembuangan limbah industri, limbah rumah tangga, dan aktivitas domestik lainnya.

Oleh karena itu, momentum Hari Sungai Nasional ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk kembali menjernihkan aliran sungai dan menjaga kelestarian ekosistemnya demi masa depan.

Sumber: wwf, kemenlh.go.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....