Pernah Kepikiran Kenapa Satu Minggu Terdiri dari Tujuh Hari?
- 22 Jul 2026 06:03 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ternyata hitungan tujuh hari ini punya sejarah yang sangat Panjang, dan berasal dari gabungan Astronomi, Kepercayaan, dan Sejarah Manusia sejak Ribuan tahun lalu.
Orang-orang zaman kuno mengamati bahwa, satu siklus bulan berlangsung sekitar 29 setengah hari, siklus itu memiliki 4 fase utama yakni: Bulan Baru, Perbani Awal, Purnama, dan Perbani Akhir.
Baca Juga: Belajar Obat-Obatan Herbal dari Orang Utan Kalimantan
Jarak dari satu fase ke fase berikutnya kira-kira 7 hari, dari sinilah angka 7 mulai dianggap cocok untuk membagi waktu. Selain itu, manusia zaman dahulu juga mengenal 7 benda langit yang terlihat bergerak di langit, yaitu Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.
Dalam tradisi Yahudi juga terdapat pola 6 hari untuk bekerja lalu hari ke-7 digunakan untuk beristirahat atau menjalankan sabat. System 7 hari ini kemudian semakin popular di kekaisaran Romawi.
Pada tahun 321 M, Kaisar Konstantinus bahkan menetapkan hari minggu sebagai hari istirahat resmi. Jadi, seminggu terdiri dari 7 hari bukan karena aturan alam yang mutlak, tetapi karena gabungan pengamatan Bulan, Tradisi Agama, dan Keputusan Politik yang akhirnya digunakan di Seluruh Dunia.
(Sumber: @Ehtaugak)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....