Menyingkap Rahasia Kolibri: Satu-satunya Burung yang Mampu Terbang Mundur

  • 24 Jun 2026 21:09 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Di dunia penerbangan makhluk hidup, burung kolibri adalah sang maestro tanpa tanding. Di saat ratusan ribu spesies burung lain hanya bisa melesat ke depan, kolibri tampil beda dengan kemampuan akrobatik udara yang mencengangkan.

Mereka bisa melayang diam di udara (hovering), terbang menyamping, dan bahkan menjadi satu-satunya burung di dunia yang mampu terbang mundur. Kemampuan unik ini bukan sekadar trik visual, melainkan sebuah keajaiban evolusi yang menjembatani batas antara dunia burung dan dunia serangga.

Rahasia di Balik Kepakan Sayap: Mirip Serangga Berkaki Enam

Sebuah studi mendalam yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Biology berhasil membedah teka-teki ini. Dalam riset yang ditulis oleh peneliti N. Sapir dan R. Dudley, terungkap bahwa kemampuan kolibri untuk terbang mundur dipicu oleh sebuah fenomena yang disebut konvergensi evolusi.

Konvergensi evolusi adalah kondisi di mana dua makhluk hidup yang tidak berkerabat dekat, secara alami mengembangkan ciri atau kemampuan yang mirip karena menghadapi tantangan lingkungan yang sama. Dalam hal ini, gaya terbang mundur kolibri ternyata sangat mirip dengan gaya penerbangan beberapa jenis serangga berkaki enam (hewan invertebrata).

"Serangga yang terbang mungkin menggunakan gerakan serupa saat terlibat dalam terbang mundur, misalnya saat menjaga posisi tetap di udara (hovering) atau ketika mengangkat beban," catat Sapir dan Dudley dalam jurnal tersebut.

Mekanisme Kepakan Berbentuk Angka Delapan

Jika burung biasa menggerakkan sayapnya ke atas dan ke bawah untuk menghasilkan daya angkat, kolibri mengadopsi struktur kepakan sayap serangga.

  • Rotasi Sayap yang Fleksibel: Kolibri memiliki sendi bahu yang sangat lentur, memungkinkan mereka memutar sayapnya hingga 180 derajat.

  • Pola Angka Delapan ($\infty$): Saat terbang mundur atau melayang, sayap mereka bergerak maju-mundur membentuk pola angka delapan di udara. Gerakan ini menghasilkan daya angkat baik saat sayap bergerak maju maupun saat bergerak mundur.

Kemampuan menghasilkan daya angkat dari kedua sisi kepakan inilah yang diadopsi dari efisiensi mekanika terbang serangga. Hal ini membuat kolibri dengan mudah menarik tubuhnya ke belakang saat hendak menjauh dari kelopak bunga setelah mengisap nektar.

Mesin Jet di Tubuh yang Mungil

Untuk mendukung gaya terbang "mirip serangga" yang super cepat ini, sayap mereka bisa mengepak hingga 50-80 kali per detik karena kolibri dibekali anatomi tubuh yang luar biasa. Sekitar 25-30% dari total berat tubuh mereka adalah otot dada (pektoral), proporsi yang jauh lebih besar dibanding burung lainnya.

Melalui perpaduan antara genetika burung dan mekanika terbang serangga, kolibri tidak hanya sekadar bertahan hidup, tetapi memenangkan kompetisi alam sebagai penerbang paling lincah di planet bumi.

(Sumber: yupiland.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....