Mengenal Sultan lewat Buku “Hamengku Buwono IX Pengorbanan Sang Pembela Republik"
- 29 Mei 2026 13:02 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Kisah hidup Sultan Hamengku Buwono IX dan peran aktifnya untuk rakyat Indonesia
RRI.CO.ID, Nunukan: Indonesia memiliki banyak sekali tokoh hebat dari berbagai kalangan yang sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah Sultan Hamengku Buwono IX dari Kesultanan Yogyakarta (Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat).
Melansir dari buku berjudul “Hamengku Buwono IX Pengorbanan Sang Pembela Republik diceritakan kisah hidup sang sultan sejak muda, masa pasca kemerdekaan Indonesia hingga akhir hayatnya. Mari kita simak kisah hidup Sri Sultan terlebih perjuangannya untuk rakyatnya di Yogyakarta maupun untuk masyarakat Indonesia.
Masa Muda dan Periode Awal Naik Tahta
Semasa kecil beliau sudah dititipkan oleh ayahnya pada keluarga Belanda, kepala sekolah Neutrale Hollands Javaanse Jongens School, sampai masa kuliah beliau di Universitas Leiden Belanda. Kemudian pada masa awal beliau jadi raja, sempat terjadi peristiwa diskusi alot perjanjian baru dengan Belanda sebelum Sri Sultan dilantik jadi Raja.
Masa Pasca Kemerdekaan Indonesia
Dalam buku ini juga diceritakan bahwa Sultan banyak terlibat dalam membangun Indonesia yang saat itu masih kecil, termasuk membiayai Indonesia. Kemudian Sri Sultan juga berperan aktif dalam menghadapi Agresi Militer 1949. Jabatannya sebagai sebagai menteri ekonomi membuat Sultan Hamengku Buwono IX turut andil untuk menghubungkan Indonesia dengan IMF.
Dikagumi dan Selalu Ada dalam Ingatan
Pribadi Sri Sultan dikenal cerdas, nasionalis, serta dekat dengan rakyat. Di balik kepeduliannya yang tinggi terhadap keluarga, masyarakat, dan negara, beliau juga merupakan sosok yang humoris dan memiliki bakat fotografi. Karakter inilah yang membuatnya begitu dicintai oleh rakyat.
Dibalik Proyek Selokan Mataram
Pada masa pendudukan, perekrutan Romusha sedang gencar-gencarnya Dilakukan. Sultan yang tak ingin rakyatnya korban kerja paksa tersebut, menginisiasi program pembangunan saluran irigasi sepanjang 30 kilometer yang membentang dari Kulon Progo sampai Sungai Opak, yang sekarang dikenal sebagai Selokan Mataram. Proyek ini terbukti menjadi jalan keluar yang cerdas untuk menyelamatkan rakyatnya dari eksploitasi Jepang sekaligus membangun sistem irigasi yang bermanfaat untuk pertanian wilayah setempat.
(Sumber: Buku Hamengku Buwono IX Pengorbanan Sang Pembela Republik)
BACA JUGA: Mahmoud Darwish: Memperjuangkan Palestina lewat Puisi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....