Sejarah Penemuan Kaca Mata Hitam
- 08 Mei 2026 08:23 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Jauh sebelum menjadi simbol kemewahan, pemberontakan, atau kesan keren secara keseluruhan, kacamata hitam memiliki tujuan yang jauh lebih serius.
Kacamata hitam memiliki sejarah panjang, bermula dari penggunaan kristal kuarsa asap di Tiongkok abad ke-12 untuk menghalangi silau matahari. Hakim di pengadilan Tiongkok kuno pada abad ke-12 atau lebih awal, menggunakan kacamata dari kuarsa asap untuk menyembunyikan ekspresi mata.
- Sam Foster Mempopulerkan Kacamata Hitam Modern Secara Massal Pada 1929 Untuk Perlindungan UV.
Namun Jauh sebelumnya, Suku Inuit telah menggunakan kacamata salju tradisional yang terbuat dari kayu atau tulang dengan celah sempit untuk mengurangi silau matahari yang ekstrem dari salju, jauh sebelum kacamata hitam modern.
Baca Juga: Sejarah Awal Fashion Baju Terbuka bagi Wanita
| Baca juga: Gelas Bahan Kemas Tertua di Dunia |
Barulah Pada tahun 1750-an, seorang optikus Inggris James Ayscough bereksperimen dengan lensa berwarna biru atau hijau untuk mengatasi masalah penglihatan, meletakkan dasar bagi lensa berwarna modern.
Dan pada tahun 1929, Sam Foster memproduksi kacamata hitam modern pertama yang terjangkau dan memasarkannya di pantai Atlantic City, AS, sekaligus menjadikannya tren fesyen dan pelindung mata.
Selama beberapa dekade, kacamata hitam dipasarkan terutama karena kegunaannya diantaranya. Mengurangi silau, mencegah sakit kepala, dan meredakan kelelahan mata. Bahkan, Dokter mata meresepkannya untuk berbagai masalah sensitivitas cahaya, yang disebabkan oleh berbagai hal mulai dari alergi serbuk sari hingga sifilis . (Sumber: History.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....