Mengenal Pajak Urine yang Berlaku pada Zaman Romawi Kuno
- 07 Mei 2026 16:08 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Penerapan pajak urine pada zaman Romawi Kuno, tepatnya pada masa Kaisar Nero dan Kaisar Vespasianus
RRI.CO.ID, Nunukan: Siapa sangka pada zaman Romawi Kuno, orang-orang banyak memanfaatkan urine untuk kebutuhan hidup mereka. Lambat laun, urine pun jadi memiliki nilai jual yang tinggi. Alhasil kaisar Romawi menerapkan kebijakan pengenaan pajak bagi para pembelinya. Terdengar aneh dan jorok ya, tapi peristiwa ini benar-benar terjadi di masa itu.
Kegunaan Urine pada Zaman Romawi Kuno
Memang pada zaman Romawi Kuno, orang menggunakan urine untuk apa saja? Melansir dari laman Ancient Origins, berbeda dengan masyarakat sekarang, orang yang hidup di zaman itu punya perspektif yang berbeda mengenai urine. Mereka memanfaatkan urine untuk banyak hal, mulai dari mencuci baju, penyamakan kulit (tanning) hingga untuk menyikat gigi.
Karena kebutuhan akan urine meningkat sampai muncul titik-titik pengumpulan urine, maka akhirnya Kaisar Romawi memutuskan untuk menerapkan pajak urine. Melansir dari National Geographic Indonesia, kala itu ada sebuah istilah yang populer ditengah masyarakat. Istilah tersebut adalah Pecunia non olet yang berarti, "uang tidak bau" yang tercipta akibat penerapan pajak urine oleh Nero dan Vespasianus.
Sempat Dihapuskan Sebelum Diberlakukan Kembali untuk Membangun Romawi
Sebenarnya setelah diberlakukan oleh kaisar Nero, pajak ini sempat dihapuskan. Namun sekitar tahun 70 Masehi Kaisar Vespasianus kembali memberlakukan pajak urine karena saat itu kondisi Romawi sedang jatuh pasca perang saudara dan membutuhkan pemasukan cukup besar untuk membangun kembali peradaban yang hancur.
Meskipun sekarang sudah tidak berlaku lagi, kebijakan nyeleneh tersebut masih tertulis dalam catatan sejarah Romawi Kuno. Nama Vespasianus pun masih melekat di toilet atau urinoir umum di zaman modern sekarang. Misalnya di Perancis urionoir umum disebut vespasiennes, di Italia disebut vespasiani, dan di Rumania disebut dengan vespasiene.
(Sumber: Ancient Origins dan National Geographic Indonesia)
BACA JUGA: Mengagumi Kemegahan Arsitektur Gothic, 6 Ciri Khas yang Membuat Arsitektur Gothic
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....