Kebalikan dari Vantablack, Ini Warna Paling Putih di Dunia, Efektif Turunkan Suhu

  • 24 Apr 2026 12:23 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Penelitian terbaru menemukan adanya warna paling putih di dunia yang mampu memantulkan 98,1% sinar matahari
  • Diperkirakan dapat memberikan efek dingin yang belum pernah ditemukan sebelumnya

RRI.CO.ID, Nunukan: Setelah beberapa tahun lalu ditemukan warna hitam paling pekat bernama vantablack, baru-baru ini muncul kembali penemuan baru yakni warna putih paling putih. Penemuan ini bahkan berhasil tercatat dalam Guinness Book of Record sebagai cat paling putih di dunia.

Sebetulnya, penelitian dalam bidang cat untuk pendinginan telah dimulai sejak tahun 1970-an. Sampai akhirnya pada tahun 2021 sekelompok ilmuwan di Purdue University yang dipimpin oleh Profesor Xiulin Ruan mengumumkan bahwa BaSO4 (barium sulfat) adalah formula paling putih. Setelah melalui penelitian dan pengamatan pada 100 lebih material serta eksperimen 50 formula, yang memakan waktu enam tahun.

Kondisi Iklim Menginspirasi Penelitian Ini

Melansir dari Big Think, dalam jurnal ACS Applied Materials & Interfaces, formula BaSO4 (barium sulfat) ini mampu memantulkan sinar matahari sebanyak 98,1%. Sedangkan cat putih yang banyak beredar di pasaran hanya mampu memantulkan 80 - 90% saja. Dengan pantulan yang nyaris sempurna tersebut, formula baru ini bisa menjadi terobosan baru, solusi pemanasan global.

Pendingin Ruangan Nol Energi

Melansir dari National Geographic Indonesia, penemuan yang berhasil dilakukan oleh Profesor Xiulin Ruan dan timnya ini dianalogikan sebagai ‘pendingin udara (AC) dengan nol energi’. Serangkaian uji coba telah dilakukan dan hasilnya adalah permukaan yang dilapisi cat ini tetap terasa dingin ketika disentuh dibandingkan permukaan lain disekitarnya.

Lebih lanjut profesor Xiulin mengatakan, “Jika Anda menggunakan cat ini untuk melapisi area atap sekitar 1.000 kaki persegi, kami memperkirakan Anda bisa mendapatkan daya pendinginan sebesar 10 kilowatt. Itu lebih kuat daripada pendingin udara sentral yang digunakan oleh sebagian besar rumah.”

Sayangnya, untuk saat ini komersialisasi cat ultra-white ini masih dalam tahap proses pengembangan agar dapat dipasarkan secara komersial. Profesor Xiulin berharap dengan adanya penemuan ini, kelak masyarakat dunia dapat secara kolektif membantu menyelesaikan berbagai permasalahan iklim.

(Sumber: Big Think dan National Geographic Indonesia)

BACA JUGA: Vantablack, Cat yang menyerap cahaya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....