Hari Tritura: Tonggak Sejarah Perjuangan Mahasiswa Indonesia

  • 10 Jan 2026 08:19 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Setiap tanggal 10 Januari, bangsa Indonesia memperingati Hari Tritura. Hari tersebut merupakan momentum bersejarah yang menandai peran penting mahasiswa dalam perjalanan demokrasi dan politik nasional.

Tritura merupakan singkatan dari Tiga Tuntutan Rakyat, yang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan krisis yang melanda Indonesia pada pertengahan 1960-an.

Latar Belakang Lahirnya Tritura

Tritura lahir pada masa pemerintahan Orde Lama di bawah Presiden Soekarno, ketika kondisi ekonomi dan politik Indonesia berada dalam situasi yang sangat memprihatinkan. Inflasi meroket tinggi, harga kebutuhan pokok melambung, dan stabilitas nasional terguncang pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965. Keadaan ini menimbulkan keresahan di berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan mahasiswa.

Mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi, seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Aksi-aksi demonstrasi tersebut memuncak pada 10 Januari 1966, yang kemudian dikenang sebagai Hari Tritura.

Isi Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura)

Tritura berisi tiga tuntutan utama, yaitu:

1. Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) beserta organisasi massanya

2. Pembersihan kabinet dari unsur-unsur G30S/PKI

3. Penurunan harga serta perbaikan kondisi ekonomi

Ketiga tuntutan tersebut mencerminkan keinginan rakyat untuk mendapatkan pemerintahan yang bersih, stabil, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Peristiwa Tritura menegaskan posisi mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dan kontrol sosial. Keberanian dan idealisme mahasiswa menjadi jembatan antara suara rakyat dan kekuasaan. Aksi Tritura juga menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Indonesia pada perubahan politik besar, termasuk berakhirnya masa Orde Lama dan lahirnya Orde Baru.

Peringatan Hari Tritura menjadi refleksi bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan, keberanian menyuarakan kebenaran, serta kepedulian terhadap kondisi bangsa. Di tengah tantangan zaman modern, semangat Tritura relevan untuk mengingatkan bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian dan aksi nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....