Bukti Awal Manusia Melakukan Fermentasi Ikan
- 04 Nov 2025 05:13 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Bukti awal fermentasi ikan adalah penemuan situs arkeologi di Norje Sunnansund, Swedia, yang menunjukkan praktik pengolahan ikan ribuan tahun lalu. Selain itu, bukti fermentasi ikan juga ditemukan dari tradisi kuno seperti Garum di Romawi Kuno dan berbagai teknik fermentasi yang masih dipraktikkan di berbagai budaya Asia Tenggara hingga kini.
- Fermentasi Ikan Sangat Berguna untuk Mengawetkan Ikan Agar Tahan Lama dan Bisa Dibawa Kemana Saja.
Situs arkeologi Norje Sunnansund diperkirakan berasal sekitar 9.600 - 8.600 tahun lalu dan terletak di sebelah Tenggara Swedia, di tepi Danau Vesan Kuno, di samping saluran sepanjang 2 km yang mengarah ke Cekungan Baltik.
| Baca juga: Asal Mula Terciptanya Penanggalan Hijriah |
Sekitar 200.000 tulang ikan ditemukan di situs ini. Para arkeolog berpendapat, banyaknya tulang di satu area mengindikasikan proses pengolahan, di mana ikan fermentasi kemungkinan menjadi bagian dari praktik kebiasaan manusia purba di situs Mesolitikum awal, yaitu sekitar 8.000 tahun lalu.
Baca Juga: Kimchi, Makanan Tersehat di Dunia
Proses fermentasi juga cukup kompleks, Karena orang-orang tidak memiliki akses ke garam atau kemampuan untuk membuat wadah keramik, mereka mengasamkan ikan, misalnya dengan kulit kayu pinus dan mengoleskan minyak, dan kemudian membungkus seluruh konten dan menguburkannya di lubang tertutup dengan tanah berlumpur. Jenis fermentasi yang memerlukan iklim dingin.
Temuan ini menunjukkan bahwa orang-orang bertahan hidup dengan cara mencari makanan yang benar-benar lebih maju dari yang diasumsikan. (Sumber: Nationalgeoghrapic)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....