Tetap Tenang!!! Lawan FOMO dan Panik Jual

  • 20 Sep 2025 12:44 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Investasi bukan hanya soal angka dan strategi, tapi juga tentang emosi dan psikologi investor. Banyak kerugian terjadi karena FOMO (Fear of Missing Out) atau panik saat pasar turun. Mengelola emosi sama pentingnya dengan mengelola portofolio.

Psikolog keuangan Dr. Arini Wulandari menekankan, “Investor yang sukses bukan selalu yang cepat mengambil peluang, tapi yang mampu tetap tenang dan konsisten menghadapi fluktuasi pasar.”

Baca Juga: Jangan Sampai Boncos, Cara Mengelola Risiko dalam Investasi

1. Kenali Gejala FOMO dan Panik. FOMO muncul saat melihat orang lain untung besar, sementara panik muncul saat harga turun drastis. Kenali tanda-tanda ini pada diri sendiri agar bisa menahan keputusan impulsif.

2. Buat Rencana Investasi Jelas. Tentukan tujuan, jangka waktu, dan strategi sebelum masuk pasar. Dengan rencana yang jelas, keputusan jual-beli lebih rasional, bukan emosional.

3. Gunakan Strategi DCA (Dollar Cost Averaging). Investasi secara bertahap membantu mengurangi dampak fluktuasi harga. Strategi ini membuat investor tetap masuk pasar tanpa terbawa emosi sesaat.

4. Evaluasi, Jangan Reaksi. Saat harga turun, jangan langsung menjual. Evaluasi fundamental aset dan kondisi pasar. Kadang koreksi adalah peluang, bukan ancaman.

5. Jaga Kesehatan Mental. Investasi bisa menimbulkan stres. Istirahat, olahraga, dan batasi pantauan pasar berlebihan agar tetap fokus dan tidak mudah panik.

Psikologi yang kuat membuat investor tetap konsisten dan rasional. Dengan mengelola emosi, FOMO dan panik jual bisa dikendalikan, sehingga perjalanan investasi lebih aman dan menguntungkan. (Sumber: OJK, BEI, Kontan, CNBC Indonesia, Psikolog Keuangan Dr. Arini Wulandari).


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....