Jangan Sampai Boncos, Cara Mengelola Risiko dalam Investasi
- 19 Sep 2025 16:04 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Banyak investor pemula terlalu fokus pada imbal hasil tanpa memikirkan risiko. Padahal, dalam dunia investasi, menjaga modal sama pentingnya dengan mencari keuntungan. Manajemen risiko adalah kunci agar portofolio tetap sehat, meskipun pasar bergejolak.
Perencana keuangan Eko Endarto menegaskan, “Investor yang bijak bukan yang selalu untung besar, tapi yang bisa mengendalikan kerugian agar tidak menghancurkan modal.”
Baca Juga: Analisis Fundamental, Teknikal, dan Sentimen untuk Investor Pemula
1. Diversifikasi Portofolio. Jangan taruh semua dana di satu instrumen. Kombinasikan saham, obligasi, reksa dana, atau bahkan emas untuk menyebar risiko. Prinsip ini dikenal dengan istilah “don’t put all your eggs in one basket.”
2. Tentukan Batas Rugi (Cut Loss). Investor saham atau kripto perlu menetapkan batas kerugian. Misalnya, jika harga turun 10% dari modal, segera jual agar kerugian tidak semakin dalam.
3. Tetapkan Target Untung (Take Profit). Selain cut loss, target keuntungan juga penting. Jika sudah mencapai 15–20%, pertimbangkan untuk menjual sebagian agar keuntungan terkunci.
4. Siapkan Dana Darurat. Sebelum berinvestasi, pastikan memiliki dana darurat setara 3-6 bulan biaya hidup. Ini penting agar tidak tergoda mencairkan investasi saat ada kebutuhan mendesak.
5. Gunakan Uang Dingin. Investasikan hanya dana yang tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, investor lebih tenang menghadapi fluktuasi pasar.
Manajemen risiko bukan untuk mengurangi semangat berinvestasi, melainkan untuk menjaga agar perjalanan finansial tetap aman. Dengan pengelolaan risiko yang baik, investor bisa lebih fokus meraih tujuan jangka panjang. Sumber: OJK, BEI, Kontan, CNBC Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....