Bumi Zaman Dulu Lebih Menakutkan

  • 21 Agt 2026 00:23 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Bumi yang kita kenal saat ini hanyalah bagian kecil dari sejarah planet yang terus berubah. Sekitar 25.000 tahun lalu, lapisan es raksasa menutupi wilayah seperti Chicago. Mamut masih berkeliaran di Amerika Utara, sementara Inggris terhubung dengan Eropa melalui jembatan darat yang kini dikenal sebagai Doggerland.

Jauh sebelumnya, Sahara merupakan wilayah hijau dengan padang rumput dan danau, sedangkan Antarktika pernah ditumbuhi hutan ketika iklim Bumi jauh lebih hangat. Gunung Everest bahkan dulunya merupakan bagian dari dasar laut, sebelum pergerakan lempeng tektonik mengangkatnya ke ketinggian seperti sekarang.

Baca Juga: Heracleion, Kota Pelabuhan Mesir Kuno yang Tenggelam

Bumi juga pernah memiliki laut dangkal yang membelah Amerika Utara. Sekitar 2,4 miliar tahun lalu, peningkatan oksigen menyebabkan perubahan besar pada lautan purba, sementara sekitar 66 juta tahun lalu, hantaman asteroid di Yucatán turut memicu kepunahan dinosaurus non-unggas.

Planet ini pernah melewati berbagai fase mematikan, mulai dari lautan tanpa oksigen, tingkat radiasi tinggi, letusan supervolcano, hingga era ketika monster purba menguasai daratan dan lautan.

Pada miliaran tahun lalu, atmosfer Bumi tidak memiliki oksigen, dipenuhi gas beracun, dan lautan berwarna hijau besi. Bahkan kepunahan massal terbesar yang melenyapkan sekitar 95% seluruh spesies di Bumi akibat letusan gunung berapi masif di Siberia.

Semua itu menjadi pengingat bahwa Bumi kita ini tidak pernah benar-benar statis. Planet ini terus berubah selama miliaran tahun. (Sumber: Wowfact.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....