Cerita WNI Terdampak Gempa Kumamoto, Sulit Air hingga Apato Rusak
- 04 Agt 2026 14:54 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) turut merasakan dampak parah akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang kawasan Kumamoto, Jepang, pada 28 Juli 2026 lalu. Salah seorang WNI yang bermukim di wilayah Uto, Kumamoto, Nurul Khotimah, membagikan pengalamannya saat guncangan hebat itu terjadi.
Pekerja di salah satu pabrik pengolahan makanan tersebut mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya sempat mengalami kesulitan memproleh akses kebutuhan dasar pasca-gempa.
"Guncangan yang kami rasakan sangat kencang. Selama dua hari awal, kami sangat kesulitan mendapatkan air minum dan bahan makanan. Beberapa hari ini pasokan air bersih sebenarnya sudah mulai mengalir kembali, tetapi kondisinya masih terlihat keruh," ujar Nurul, dikutip dari keterangan resmi KBRI Tokyo, Selasa (4/8/2026).
Tidak hanya krisis air bersih, tempat tinggal atau apato (apartemen) tempat ia bermukim bersama rekan-rekannya juga mengalami kerusakan struktur yang cukup parah. Akibatnya, sebagian WNI harus bertahan di lokasi pengungsian sementara.
"Bangunan apato yang kami huni mengalami retak-retak di bagian tembok, serta pintu dan jendela jadi sangat sulit dibuka. Sampai sekarang, setiap sore kami masih harus mengantre roti dan air minum di Shiyakusho (kantor pemerintah daerah setempat)," tuturnya.
Berdasarkan data KBRI Tokyo per Desember 2025, terdapat 5.032 WNI yang terdaftar di Kumamoto. Dari jumlah tersebut, sebanyak 214 WNI terdata mengalami dampak langsung akibat bencana ini.
Menanggapi kondisi tersebut, Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo telah bergerak menyalurkan bantuan logistik secara langsung sejak Sabtu (1/8/2026) ke titik-titik terdampak, meliputi wilayah Uto, Uki, hingga Yatsushiro. Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengimbau seluruh WNI di Kumamoto agar tetap tenang, saling menguatkan, dan selalu mengikuti petunjuk dari otoritas setempat.
"Kita patut bersyukur karena beberapa WNI di sana sudah mulai bisa kembali beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Namun, kami mengingatkan agar teman-teman WNI terus memantau informasi resmi dan mematuhi arahan pihak berwenang. Tetap jaga komunikasi antarwarga serta segera hubungi pihak KBRI Tokyo jika membutuhkan pertolongan darurat," ucap Kartini.
Sumber: KBRI Tokyo
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....