Festival Kecak di Tokyo Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia-Jepang
- 31 Jul 2026 21:23 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Festival Kecak Geinoh Yamashirogumi kembali digelar di Shinjuku, Tokyo, Jepang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang dihadiri lebih dari 500 penonton tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama Indonesia-Jepang melalui promosi seni dan budaya tradisional.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini P. Sjahrir, mengatakan promosi seni budaya tradisional merupakan jembatan penghubung sekaligus instrumen diplomasi yang efektif dalam mempererat hubungan kedua negara, terlebih ketika inisiatif tersebut datang dari komunitas seni masyarakat Jepang.
"Apresiasi tulus kepada Bapak Akira Yajima, Direktur Jenderal Festival Kecak Geinoh Yamashirogumi, beserta seluruh panitia atas komitmennya memperkenalkan kekayaan seni pertunjukan Indonesia, khususnya tradisi Kecak Bali, kepada masyarakat Jepang," ujar Kartini.
Ia menilai Geinoh Yamashirogumi telah memberikan kontribusi besar dalam memperkuat persahabatan Indonesia dan Jepang melalui jalur kebudayaan. Festival tahun ini juga dinilai lebih istimewa karena mempertemukan seniman Indonesia, khususnya dari Bali, dengan para penampil dari Jepang, Georgia, dan Bulgaria.
Kartini menegaskan KBRI Tokyo siap mendukung berbagai kegiatan promosi budaya Indonesia di Jepang. Menurutnya, festival tersebut diharapkan terus menjadi simbol kerukunan budaya sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih erat antara kedua bangsa.
Festival yang berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu menampilkan berbagai kesenian tradisional Bali, seperti tari Legong, tari Kecak, gamelan, dan musik jegog. Lebih dari 100 penampil yang terdiri atas warga Jepang, seniman dari berbagai negara sahabat, serta musisi asal Bali turut ambil bagian dalam pertunjukan tersebut.
Direktur Eksekutif Geinoh Yamashirogumi sekaligus Ketua Komite Eksekutif Festival Kecak, Akira Yajima, mengatakan festival yang telah diselenggarakan sejak 1976 itu didedikasikan untuk memperkenalkan seni pertunjukan Indonesia kepada masyarakat Jepang.
Menurutnya, perpaduan tari Kecak, musik gamelan, tarian Bali, dan jegog menghadirkan pengalaman budaya yang unik sekaligus menjadi wadah pertukaran budaya yang mampu memperdalam saling pengertian dan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.
Suasana Bali juga terasa kental di lokasi penyelenggaraan festival di pelataran Gedung Mitsui, Shinjuku. Ornamen berupa gapura, kain endek, payung tradisional Bali, serta tata cahaya yang artistik menghadirkan nuansa khas Pulau Dewata dan menambah daya tarik pertunjukan bagi para pengunjung.
Sumber: KBRI Tokyo
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....