Fenomena Johatsu: Ribuan Orang Jepang Hilang Setiap Tahun
- 20 Okt 2025 06:29 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Bayangkan suatu malam, seseorang menutup pintu rumahnya, mematikan lampu, lalu tak pernah Kembali lagi. Tidak ada pesan, tidak ada tanda perpisahan, dan keesokan harinya ia benar-benar lenyap. Di Jepang, peristiwa ini dikenal dengan sebutan Johatsu, atau secara harfiah berarti “Menguap Menjadi Asap”.
Fenomena Johatsu sudah dikenal sejak 1960-an, tetapi mulai melonjak pada 1990-an saat jepang dilanda krisis ekonomi. Setiap tahun diperkirakan ada sekitar 80.000 hingga 100.000 ribu orang di Jepang yang memilih jalan ini. Mereka sengaja menghilang dari keluarga, pekerjaan, dan kehidupan lama mereka.
Alasan orang Jepang memilih Johatsu sangat beragam. Ada yang lari dari utang yang tak terbendung, ada yang kabur dari kekerasan rumah tangga, ada pula yang sekedar ingin membebaskan diri dari tekanan karier dan stigma kegagalan. Semua sama-sama mencari satu hal yakni kesempatan untuk memulai hidup baru, tanpa jejak masa lalu.
- Fenomena Menghilang Tanpa Jejak di Jepang Ini
Dan yang lebih mengejutkan, mereka melakukan Johatsu tidak sendiri melainkan ada perusahaan khusus yang disebut Yonige-ya atau“Pengangkut Malam” dengan bayaran 50.000 hingga 300.000 yen atau setara dengan 5 sampai 30 juta rupiah. Perusahaan ini membantu orang-orang pindah secara diam-diam, membuang identitas lama, bahkan mencarikan tempat tinggal baru. Semua dilakukan ditengah malam, dalam senyap, seolah pelanggannya benar-benar menghilang ke udara.
Polisi di Jepang hampir tidak pernah ikut campur. Karena menurut Polisi setempat menghilang bukanlah kejahatan. Selama tidak ada tanda-tanda kriminalitas, aparat tidak punya dasar hukum untuk mencari. Karena, hukum privasi di negeri itu sangat ketat. Tapi, bagi keluarga yang ditinggalkan, ini adalah luka yang tak kunjung sembuh.
Baca Juga: Vardzia, Kota Yang Pernah Hilang Dari Peta
Baca Juga: Misteri Batu Uluru di Australia
Fenomena ini mencerminkan wajah lain Jepang yang jarang dibicarakan. Negara yang tampak rapi dan disiplin di permukaan ternyata menyimpan tekanan sosial yang begitu kuat sampai ada orang-orang yang lebih memilih “Menghapus Diri” daripada menghadapi pandangan masyarakat.
Johatsu bukanlah Mitos, melainkan kenyataan. Mereka ada, berjalan di kota-kota besar Jepang, tetapi hidup dibawah bayangan, tidak lagi terhubung dengan kehidupan lamanya. Dan hingga kini, ribuan orang masih memilih jalan sunyi itu setiap tauhunnya. (Sumber: The Economic Times)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....