Dua WNA Malaysia Berhasil Diamankan Oleh Petugas Imigrasi

  • 16 Agt 2025 12:58 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan melalui Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan langkah penegakan hukum keimigrasian yang tegas dan profesional.

Kepala Kantor Imigrasi Nunukan Adrian Soetrisno mengatakan Satgas Pamtas Yonarmed 11/Kostrad bersama intelijen telah mengamankan enam orang di Dermaga Sungai Ular, Kecamatan Seimanggaris, tanggal 14 Juli 2025 lalu, dari ke enam orang tersebut dua orang berkewarganegaraan Malaysia, yakni SN (30) dan SA (39), sementara empat lainnya merupakan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Dari hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kedua WNA masuk ke wilayah Indonesia tanpa dokumen perjalanan dan visa yang sah. Mereka datang dengan tujuan menjemput empat CPMI untuk dibawa secara ilegal ke Malaysia.

"Tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan keimigrasian, tetapi juga berpotensi menjerumuskan CPMI menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)", ucapnya, Sabtu, (16/8/2025).

Ia menyebut untuk empat orang lainnya dilimpahkan ke BP3MI Kaltara untuk proses awal, dan ditangani langsung oleh BP3MI sesuai mekanisme perlindungan pekerjaan migran, sedangkan dua WNA Malaysia diserahkan kepada Imigrasi untuk diproses hukum lebih lanjut.

Kedua WNA Malaysia SN dan SA diduga melanggar Pasal 119 ayat (1) dan/atau Pasal 113 Undang-undnag Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, sehingga resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menegaskan sebagai tindak lanjut, tanggal 14 Agustus 2025, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunjkan menitipkan kedua tersangka ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Proses penitipan berlangsung aman dengan pengawalan ketat oleh Petugas Imigrasi.

"Kami akan terus memperkuat pengawasan dan menindak tegas setiap pelanggaran keimigrasian, penegakan hukum ini bukan hanya memberi efek jera, tetapi juga memastikan kedaulatan dan keamanan Indonesia tetap terjaga", ujarnya. (DR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....