Konsulat RI Tawau Ajak Atasi Pendidikan Anak Migran

  • 09 Mei 2025 13:24 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mengatasi berbagai tantangan akses dan mutu pendidikan yang dihadapi anak-anak Indonesia di Sabah, Malaysia. Ajakan tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk "Digitalisasi Pendidikan: Partisipasi Lembaga Pendidikan untuk Menjembatani Kesenjangan Akses dan Mutu", yang diselenggarakan pada Rabu (7/5/2025) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara KRI Tawau dan Universitas Terbuka (UT) Tarakan.

Konsul RI Tawau menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 252 Community Learning Center (CLC) di seluruh wilayah Sabah yang menampung lebih dari 24 ribu pelajar Indonesia. Namun, keterbatasan jumlah tenaga pengajar seperti Guru Bina dan Guru Pamong masih menjadi kendala utama dalam pemenuhan hak pendidikan mereka.

"Untuk mengatasi keterbatasan ini, salah satu solusi yang kami dorong adalah pemanfaatan pendidikan jarak jauh seperti yang dijalankan oleh Universitas Terbuka," ujarnya, Jumat (9/5/2025).

Lebih lanjut, Konsulat RI Tawau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif di sektor pendidikan, termasuk penguatan literasi digital bagi para guru yang mengajar di CLC. Konsulat juga membuka ruang kolaborasi di sektor lain seperti ekonomi, sosial budaya, pelayanan, dan perlindungan WNI di wilayah kerjanya.

Direktur UT Tarakan, Jeji Muhammad Najib, mengapresiasi kemitraan strategis ini dan berharap kerja sama konkret antara UT dan KRI Tawau semakin diperkuat guna membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya di Sabah.

Sementara itu, Rektor UT Prof. Ojat Darojat menekankan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan sebagai bagian dari program prioritas nasional, serta peran koordinatif Kemenko PMK dalam mempercepat penguatan SDM Indonesia melalui kebijakan berbasis digitalisasi pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....