Cegah Narkoba, Bea Cukai Nunukan Kerahkan Anjing Pelacak
- 28 Apr 2025 12:11 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Anjing pelacak K9 Bea Cukai dikerahkan di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sebagai bagian dari pengawasan terhadap peredaran narkotika. Kabupaten Nunukan disebut sebagai salah satu titik rawan penyelundupan narkoba, terutama melalui pelabuhan.
Pawang atau Dog Handler Tingkat 3 Bea Cukai Nunukan, Tabah Siregar, menjelaskan anjing pelacak K9 bekerja di kondisi penuh risiko, termasuk paparan bahan kimia, cuaca ekstrem, hingga intensitas interaksi tinggi dengan masyarakat di Pelabuhan Tunon Taka.
“Pelatihan mereka intensif. Ada simulasi gangguan, latihan reproduksi bau, sampai terapi pemulihan mental. Penghargaan simbolis yang kami berikan itu bukan formalitas militer, tapi bentuk apresiasi dan penguat ikatan emosional dengan pawang. Itu bisa memengaruhi efektivitas kerja tim,” katanya, Senin (28/4/2025).
Tabah menambahkan bahwa K9 merupakan Barang Milik Negara (BMN) dan tetap dihitung sebagai bagian dari aset dalam sistem kerja Bea Cukai. Meski berupa hewan, mereka diperlakukan sebagai personel yang memiliki masa kerja.
“Kalau anjing sudah tua dan tak bisa bertugas lagi, mereka pensiun. Akan dikembalikan ke pusat untuk proses adopsi, bisa oleh pawang atau pegawai Bea Cukai lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Pawang K9 Tingkat 2 Bea Cukai Nunukan, Mikael Rangga, menyebut tren peredaran narkoba di wilayah ini masih tinggi. Beberapa pelabuhan di Nunukan menjadi jalur favorit penyelundupan sabu.
“Beberapa tahun terakhir, tren narkoba meningkat. Tahun lalu saja, puluhan kilogram sabu berhasil kami gagalkan. Karena itu, Kabupaten Nunukan jadi prioritas penggunaan K9 dalam pengawasan,” ujar Mikael.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....