Misteri Alamat ‘RT 00’ di Nunukan Timur, Numpang Administrasi
- 20 Mei 2026 14:09 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID. Nunukan: Pemerintah Kelurahan Nunukan Timur mengungkapkan adanya kejanggalan serius terkait tata kelola data kependudukan di wilayahnya. Banyaknya penduduk pendatang yang menjadikan kawasan ini sebagai titik transit menimbulkan berbagai persoalan administrasi yang membingungkan pihak aparatur kelurahan.
Masalah utamanya adalah keberadaan warga yang mengantongi dokumen kependudukan dengan alamat fiktif resmi, salah satunya yang tertulis sebagai rukun tetangga (RT) nol-nol. Lurah Nunukan Timur, Andi Artisaman Corha, menjelaskan bahwa Kabupaten Nunukan secara geografis merupakan daerah perbatasan yang sangat rawan menjadi tempat transit perlintasan orang.
Fenomena ini dimanfaatkan oleh banyak warga dari luar daerah untuk masuk dan menetap sementara waktu. Namun yang menjadi masalah, mereka kerap kali hanya menumpang administrasi kependudukan tanpa memiliki keberadaan fisik atau domisili yang jelas di lingkungan RT setempat.
Dampak dari penumpangan administrasi tersebut adalah munculnya nomenklatur aneh dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK) warga, yakni penulisan RT 00. Pihak Kelurahan Nunukan Timur sendiri mengaku sangat kebingungan dengan kemunculan data ini dalam sistem kependudukan mereka.
Hingga saat ini, perangkat kelurahan sama sekali tidak mengetahui siapa saja identitas asli dari oknum-oknum masyarakat yang memegang dokumen dengan alamat RT 00 tersebut. Menanggapi kejanggalan ini, Lurah Andi dengan tegas menyatakan bahwa secara aturan baku administrasi negara, nomenklatur RT 00 itu sejatinya tidak pernah ada.
Berdasarkan prosedur baku melalui sistem F101, penerbitan KTP wajib didasarkan pada domisili dan alamat fisik yang nyata serta terverifikasi di lapangan. Dirinya mengaku tidak tahu-menahu dari mana asal kebijakan penerbitan dokumen dengan nomor rukun tetangga nol tersebut bisa lolos dan tercetak secara resmi oleh instansi terkait.
Ketidakakuratan ini terbukti dari adanya ketimpangan yang masif antara data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan data riil yang dihimpun para ketua RT di lapangan pada triwulan pertama tahun ini.
Berdasarkan basis data Disdukcapil, jumlah penduduk Nunukan Timur tercatat membengkak hingga mencapai 14.200 jiwa. Sementara itu, berdasarkan laporan riil dari 23 RT yang sudah masuk, jumlah penduduk nyata di lapangan diperkirakan hanya berkisar antara 12.000 hingga 13.000 jiwa saja.
“Kalau Data Disdukcapil maka data penduduk sebanyak 14.200. penduduk. Sedangkan data dari ketua RT triwulan pertama belum termasuk satu RT yang belum masuk. Data yang masuk itu sebanyak hamper 12.000 penduduk. Dari 24.000. Jadi kira-kira totalnya sekitar 12.000 atau 13.000 jumlah penduduk. Jadi kalau kita simpulkan jumlah penduduk Nunukan Timur hanya setengahnya saja dari data total,” ujar Andi Artisaman Corha, Rabu (20/05/2025)
Perbedaan angka yang mencapai hampir separuh dari data total kependudukan resmi ini akhirnya melahirkan masalah baru, terutama saat adanya penyaluran program bantuan dari pemerintah. Banyak nama penerima manfaat yang tertera di dokumen negara, namun ketika dicari ke lapangan, sosoknya sama sekali tidak dapat ditemukan.
“Pihak RT pun tidak mengenali nama-nama tersebut yang diduga kuat posisinya kini sedang berada di Malaysia atau telah lama kembali ke kampungny,” terangnya. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....