Evaluasi Dana Hibah, Komisi II DPRD Nunukan Meminta Transparansi Pengelolaan
- 12 Agt 2026 13:57 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID Nunukan: Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan menggelar rapat kerja bersama sejumlah mitra untuk mengevaluasi realisasi anggaran dana hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Ambalat I DPRD Nunukan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam.
Turut hadir dalam agenda tersebut Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, H. Surai serta pimpinan empat lembaga penerima hibah yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Komite Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Nunukan.
Rapat kerja untuk memetakan sejauh mana realisasi penggunaan dana hibah APBD 2026 terserap secara efektif. Guna memastikan alokasi anggaran yang diberikan kepada masing-masing lembaga sudah mencukupi, berlebih atau justru masih kurang untuk mendukung program kerja mereka. Pimpinan rapat menitikberatkan agar efektivitas realisasi anggaran benar-benar disesuaikan dengan permintaan anggaran serta berpatokan pada program kerja yang telah ditetapkan.
Kepala Disbudporapar Nunukan, H. Surai, memaparkan capaian realisasi pagu anggaran semester pertama. Ia menyebutkan bahwa Disbudporapar mengelola 11 program kerja dengan total 23 kegiatan. "Pagu anggaran Disbudporapar tercatat sebesar Rp19.862.761.057. Hingga triwulan kedua, realisasi anggaran telah mencapai Rp8.189.935.053 atau sekitar 41,23 persen," jelas H. Surai. Rabu (12/08/2026).
rapat dilanjutkan dengan penyampaian laporan realisasi serta tanggapan dari para anggota dewan terhadap masing-masing lembaga penerima hibah:
1. KORMI mendapatkan pagu dana hibah sebesar Rp1.690.000.000, di mana dana yang sudah cair mencapai Rp1.554.540.000 dan tersisa Rp135.460.000. Fokus anggaran ini diarahkan pada pembinaan Induk Organisasi Olahraga (Inorga), sport festival dan program minggu bugar dengan alokasi Rp600 juta untuk mendukung lebih dari 20 Inorga. Dewan memberikan perhatian khusus pada olahraga rakyat seperti memanah. KORMI didorong untuk memaksimalkan dukungan terhadap olahraga panah tradisional yang sudah mengharumkan nama Nunukan serta membuat event berskala besar yang dapat menarik minat masyarakat luar daerah. Selain itu, anggota dewan juga mendorong optimalisasi olahraga tradisional domino di daerah untuk mencari bakat baru.
2. KNPI memperoleh pagu dana hibah sebesar Rp400.000.000 dengan tingkat realisasi yang telah mencapai 60 persen. Namun, dalam rapat tersebut KNPI mengajukan permohonan penambahan dana hibah hingga Rp800.000.000 agar program pembinaan pemuda dapat diperluas hingga ke tingkat kecamatan.
3. KONI Nunukan KONI mendapatkan alokasi dana hibah sebesar Rp3,1 miliar. Berdasarkan laporan, realisasi belanja hibah tahap dua telah mencapai Rp2.826.290.000. Dewan berharap anggaran tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga keberlangsungan cabang olahraga serta memaksimalkan pembinaan prestasi atlet sesuai ketentuan yang berlaku, khususnya ajang Porda, Porprov, hingga PON.
4. Pramuka Nunukan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Nunukan menerima dana hibah sebesar Rp700.000.000. Dalam pemaparannya, pihak Pramuka menyampaikan bahwa anggaran tersebut sudah dianggarkan sesuai dengan kebutuhan hanya saja masih sangat kurang untuk menunjang seluruh program kerja. Menanggapi hal ini, DPRD Nunukan menyatakan komitmennya untuk memberikan tambahan anggaran, terutama guna mewujudkan kebutuhan mendesak berupa pembangunan gedung sekretariat tetap yang hingga saat ini belum dimiliki oleh Pramuka Nunukan. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....