5 Rekomendasi Buku Parenting untuk Para Calon Orang Tua
- 29 Jul 2026 12:19 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Di antara banyaknya buku yang sedang populer di kalangan anak muda ada beberapa buku nonfiksi yang tak kalah menarik dan penting untuk kita baca.
Setiap orang dewasa tentu tumbuh dengan pengalaman dan latar belakang pengasuhan yang berbeda-beda. Dari pengalaman itulah pola kita dalam mendidik anak kelak akan terbentuk.
Nah, lima rekomendasi buku berikut disusun untuk menyentuh berbagai kebutuhan kita. Mulai dari sarana pemulihan luka masa kecil, hingga bekal bagi para calon orang tua dalam membesarkan buah hati.
| Baca juga: Menemukan Surga dalam Kejernihan Hati |
The Book You Wish Your Parent Had Read oleh Philippa Perry
Rekomendasi pertama ada The Book You Wish Your Parents Had Read dari Philippa Perry. Buku psikologi keluarga ini mengajak kita untuk melakukan refleksi mendalam. Mulai dari memahami diri sendiri, mengevaluasi pola parenting yang pernah kita rasakan waktu kecil, sampai cara menciptakan hubungan yang lebih erat dan hangat antara orang tua dan anak.
The Whole-Brain Child: Revolutionary Strategies to Nurture Your Child's Developing Mind oleh Daniel J. Siegel
Pernah pusing menghadapi anak atau adik yang tiba-tiba tantrum? Nah, neuropsikiater Daniel J. Siegel bersama pakar parenting Tina Payne Bryson punya jawabannya secara ilmiah.
Ternyata, bagian otak yang bertugas mengatur emosi dan mengambil keputusan itu baru benar-benar matang di usia 20-an. Saat masih kecil, emosi otak kanan mereka jelas jauh lebih dominan dibanding logika otak kiri. Jadi, bukan tanpa alasan kalau perilaku anak kadang suka membuat kita terheran-heran.
How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk oleh Adele Faber
Masih kesulitan mengatur emosi ketika menghadapi anak karena mereka tidak mau mendengar? buku How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk karya Adele Faber dan Elaine Mazlish hadir sebagai panduan praktis yang menyajikan strategi komunikasi yang ramah anak.
Di dalamnya, kita bakal belajar cara merangkul emosi anak, mengajak mereka bekerja sama tanpa perlu membentak, serta menemukan alternatif pengasuhan yang jauh lebih efektif daripada sekadar memberi hukuman.
The Gift of Failure oleh Jessica Lahey
Kesalahan adalah hal yang wajar untuk dilakukan terutama oleh anak-anak. Untuk itu, Jessica Lahey mengajak para orang tua supaya lebih tenang, menerima dan tidak malu ketika anak melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan.
Kebanyakan orang tua terlalu takut bahkan sampai sebegitunya membentengi anak supaya tidak salah atau gagal. Padahal, overparenting bisa mengkerdilkan dan merusak rasa percaya diri anak.
The Optimistic Child oleh Martin Seligman
Meskipun pola pengasuhan masa kini sangat mengutamakan kebahagiaan anak, berbagai riset justru menemukan kenyataan sebaliknya yaitu tingkat depresi anak berada di angka tertinggi. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Melalui buku The Optimistic Child, Martin E. P. Seligman, pakar psikologi di balik buku terlaris Learned Optimism, mengupas tuntas fenomena ini. Seligman menghadirkan program teruji yang dapat memangkas risiko depresi anak hingga 50 persen, sekaligus membekali mereka dengan rasa optimis untuk meningkatkan ketahanan mental, prestasi sekolah, hingga kesehatan fisik.
(Sumber:Gramedia, Rachel Simmons dan Goodreads)
BACA JUGA: 8 Buku Fiksi Middle Grade Populer yang Bikin Anak Makin Betah Membaca
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....