Mengulas Strategi 'Berdamai' ala Aba Mehmed Agha
- 30 Mar 2026 23:14 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID – Nunukan: Kecemasan sering kali dianggap sebagai musuh yang harus diperangi dan dienyahkan. Namun, dalam karya terbarunya bertajuk Mengatasi & Berdamai dengan Anxiety (Penerbit Checklist, Maret 2026), penulis Aba Mehmed Agha menawarkan perspektif yang berbeda yaitu kecemasan bukanlah lawan, melainkan pesan dari tubuh yang perlu didengar dan dipahami.
Melalui buku ini, Agha menjembatani pemahaman psikologis yang kompleks ke dalam panduan praktis yang mudah dicerna oleh masyarakat awam yang merasa terjebak dalam labirin pikiran mereka sendiri. Buku ini juga mengajak kita untuk menelisik lebih jauh tentang kecemasan, mulai dari penyebab, jenis kecemasan, efeknya, cara mengatasinya, hingga mengetahui hal-hal baik dari kecemasan.
Memahami Akar, Bukan Hanya Gejala
Buku ini dibuka dengan premis bahwa kecemasan (anxiety) adalah reaksi alami manusia. Agha menekankan bahwa upaya untuk "menolak" kecemasan secara total justru sering kali menjadi bahan bakar yang membuat kecemasan tersebut semakin membesar.
Alih-alih memberikan janji penyembuhan instan, Agha membagi bukunya ke dalam tiga pilar utama:
Psikoedukasi: Menjelaskan mekanisme otak saat menghadapi ancaman (nyata maupun imajiner).
Penerimaan (Acceptance): Teknik untuk berhenti melawan arus emosi dan mulai mengamati kecemasan tanpa menghakimi.
Tindakan Terukur: Langkah-langkah praktis untuk kembali berfungsi di tengah serangan rasa cemas.
Teknik "Berdamai" yang Membumi
Salah satu poin kuat dalam buku ini adalah pengenalan metode praktis yang disebut sebagai "interupsi pikiran". Agha memberikan instruksi mendetail mengenai teknik pernapasan dan grounding yang dirancang khusus untuk menurunkan intensitas hormon stres secara cepat.
"Berdamai bukan berarti menyerah pada rasa takut, melainkan belajar berjalan berdampingan dengannya tanpa membiarkan rasa takut memegang kemudi hidup kita," tulis Agha dalam salah satu bab krusialnya.
Relevansi di Era Digital
Diterbitkan di tengah dinamika masyarakat tahun 2026 yang serba cepat, buku ini juga menyoroti peran teknologi dan media sosial sebagai pemicu kecemasan modern. Agha memberikan "detoks kognitif" untuk membantu pembaca menyaring informasi yang masuk agar tidak membebani kesehatan mental.
Secara keseluruhan, Mengatasi & Berdamai dengan Anxiety bukan sekadar buku teori. Ini adalah sebuah panduan operasional bagi siapa saja yang ingin merebut kembali kendali atas hidupnya dari bayang-bayang kecemasan yang melumpuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....