Top 5 Lagu tentang Perlawanan Terhadap Penindasan Perempuan
- 10 Jun 2026 20:52 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Labour oleh Paris Paloma
- The Man oleh Taylor Swift
- Who Run The World (Girls) oleh Beyonce
- Scars To Your Beautiful oleh Alessia Cara
- Kings & Queens oleh Ava Max
RRI.CO.ID, Nunukan: Permasalahan soal kesetaran gender dan budaya patriarki yang menomorduakan wanita telah terjadi sejak lama. Sebagai jawaban atas masalah tersebut, lahirlah sebuah gerakan feminisme yang memperjuangkan tercapainya kesetaraan dalam aspek kehidupan dan menghapuskan segala bentuk diskriminasi.
Selain para politikus, penulis dan aktivis, para musisi juga turut menyuarakan feminisme pada dunia. Berikut 5 lagu yang menggambarkan tentang perlawanan terhadap penindasan perempuan. Women empowered banget!
“Labour” oleh Paris Paloma
“For somebody I thought was my saviour, You sure make me do a whole lot of labour”
(Untuk seseorang yang tadinya aku kira bakal jadi penyelamatku, kamu malah bikin aku harus menanggung beban seberat ini.)
Penggalan lirik dalam lagu ini menggambarkan protes terhadap budaya patriarki dan ketidakseimbangan tanggung jawab antar pasangan. Paris Paloma mencoba menggambarkan rasa frustasi akibat beban domestik dan tuntutan sosial yang berbeda antara perempuan dan laki-laki tergambarkan secara gamblang dalam tiap lirik lagu ‘Labour’ ini.
“The Man” oleh Taylor Swift
Kalau Lagu "The Man" oleh Taylor Swift ini lebih membahas tentang seksisme, standar ganda (double standards), dan budaya patriarki yang sering dihadapi perempuan di dunia profesional maupun kehidupan sosial.
Sedikit tergambarkan dari penggalan lirik berikut, ‘Wonderin' if I'd get there quicker if I was a man, And I'm so sick of them comin' at me again’
(Aku jadi berpikir, apa aku bakal sukses lebih cepat ya kalau aku seorang pria?Dan aku bener-bener capek karena mereka terus-terusan mengusikku lagi.)
“Who Run The World (Girls)” oleh Beyonce
Siapa yang tak kenal lagu populer milik Beyonce dengan liriknya yang ikonik ‘who run the world (girls)!’. Dengan musik menghentak dan lirik yang mewakili women empowerment, lagu ini berhasil mewakili fenomena ketidaksetaraan gender dan kekuatan kolektif para wanita di seluruh dunia bahwa mereka mampu, bahwa mereka bisa menguasai dunia!
“Scars to Your Beautiful” oleh Alessia Cara
Melalui lagu "Scars to Your Beautiful", Alessia menyampaikan pesan bahwa kecantikan sejati berasal dari dalam diri, dan setiap orang tidak perlu mengubah tubuh atau wajah mereka hanya untuk diterima oleh lingkungan sosial.
Jangan sampai standar kecantikan yang tidak realistis ditengah masyarakat, membuat para wanita menyiksa diri mereka. ‘And you don't have to change a thing, the world could change its heart. No scars to your beautiful, we're stars and we're beautiful’
(Kamu nggak perlu mengubah apa pun kok, biarkan dunia yang berubah pikiran. Nggak ada cela dalam kecantikanmu, kita semua ini bintang dan kita itu indah apa adanya.)
“Kings & Queens” oleh Ava Max
Penggalan lirik "To all the queens who are fighting alone, you're not dancing on your own" (Untuk para ratu yang berjuang sendirian, tenang kalian tidak menari sendirian.) adalah bentuk dukungan untuk perempuan yang sedang berjuang memimpin atau meraih sukses di lingkungan yang didominasi pria.
Meskipun stigma bahwa pria (yang digambarkan dengan ‘King’) sering dianggap sebagai puncak kekuasaan, namun sebetulnya wanita (Queen) tetap memiliki ruang gerak untuk membuat perubahan.
(Sumber: Youtube Music)
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Novel Tema Keresahan Sosial dan Perjuangan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....