Mencari Arti Hidup lewat “Hippie” Karya Paulo Coelho

  • 29 Mei 2026 13:23 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Autobiografi Paulo Coelho ketika dirinya tengah melakukan perjalanan pencarian makna kehidupan, jati diri dan spiritualitas

RRI.CO.ID, Nunukan: Adalah hal yang lumrah bagi manusia untuk mencari jati diri, mendambakan jawaban atas makna hidup, atau sekadar memahami cara berkehidupan yang seutuhnya. Kegelisahan yang sama juga dirasakan oleh Paulo Coelho, penulis terkenal asal Brazil.

Melalui buku autobiografinya yang berjudul ‘Hippie’, Coelho membagikan memoar perjalanannya saat berkelana mencari makna hidup yang lebih dalam. Jawaban itu ia cari dengan penuh keberanian, melangkah jauh meninggalkan zona nyaman tempat ia dibesarkan, bahkan melintasi negara-negara.

Perjalanan ala kaum Hippie

Dalam perjalanannya menuju Kathmandu ala kaum Hippie, Coelho bertemu dengan beragam karakter manusia dari berbagai latar belakang dan memetik pelajaran berharga dari mereka. Menurut Britannica, Hippie sendiri merupakan sebuah subkultur atau gaya hidup yang meledak di Amerika Serikat pada era 1960 hingga 1970-an.

Meski lekat dengan nilai-nilai yang kerap berbenturan dengan budaya Timur, seperti seks bebas, gerakan Hippie sejatinya menyuarakan kebebasan individu, cinta damai, serta keberanian untuk menantang tatanan sosial yang tidak sepenuhnya menjunjung harmoni.

Berguru pada Kehidupan

Dari petualangan panjang inilah, Coelho berguru pada kehidupan. Perjalanan itu membuka sudut pandangnya tentang konsep kebebasan, pilihan, serta keputusan yang membentuk masa depan.

Ia menyadari bahwa pelajaran berharga justru sering kali datang dari orang-orang yang tak terduga, dan bahwa hidup seseorang tidak pernah sesederhana warna hitam dan putih.

Mimpi Besar Sebuah Generasi

Lewat lembar demi lembar buku ini, Paulo Coelho seolah mengajak kita mengintip kembali mimpi besar sebuah generasi. Generasi yang merindukan kedamaian dan berani mendobrak kemapanan sosial, politik otoriter, pola pikir konservatif, konsumerisme akut, hingga ketimpangan kekuasaan.

(Sumber: Buku Hippie oleh Paulo Coelho)

BACA JUGA: Dry (Kering): ketika Setetes Air Lebih Berharga dari Nyawa Manusia

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....