Masdi Tutup Babak, Tirta Taka Nunukan Berganti Pemimpin

  • 20 Sep 2025 10:33 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka Kabupaten Nunukan, Masdi, menutup perjalanan kepemimpinannya pada tahun 2025. Keputusan ini mengejutkan publik karena ia baru saja dilantik untuk periode 2024–2029 oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid pada Rabu (20/11/2024). Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Nunukan memutuskan membuka proses seleksi direktur baru untuk membawa perusahaan daerah strategis ini ke arah lebih progresif.

Masdi pertama kali menjabat sebagai Direktur PDAM Kabupaten Nunukan melalui Keputusan Bupati Nomor 1081 Tahun 2011. Ia kemudian diangkat kembali pada 2015 untuk periode 2015-2019. Sepanjang masa kepemimpinannya, Masdi dikenal berhasil membawa perusahaan meraih sejumlah prestasi nasional, termasuk penghargaan Top BUMD Awards 2022, di mana ia dinobatkan sebagai CEO terbaik di bidang BUMD.

Prestasi tersebut menempatkan Perumda Tirta Taka di urutan ke-27 dari 389 BUMD Air Minum di Indonesia. Selain itu, perusahaan berhasil menyetorkan laba bersih sebesar Rp958 juta pada 2024, dan pendapatan meningkat hingga 200% selama satu dekade terakhir, memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nunukan.

Meski prestasi nasional tampak gemilang, evaluasi lokal menunjukkan sejumlah catatan kritis. Komisi II DPRD Nunukan melakukan kunjungan ke Perumda Tirta Taka pada April 2025 untuk menilai kinerja pelayanan dan efisiensi pengelolaan keuangan. Mereka menemukan tantangan signifikan dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat, terutama di daerah yang jauh dari sumber air baku.

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Hj. Andi Mariyati, menekankan perlunya inovasi dalam pengelolaan air bersih. Menurutnya, perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk menuntut perusahaan menggunakan teknologi modern dan praktik terbaik manajemen sumber daya air agar kapasitas produksi dan distribusi meningkat.

"Selain tantangan penyediaan air baku, DPRD juga menyoroti kenaikan pengeluaran perusahaan sebesar Rp1 miliar dibanding tahun sebelumnya" ujar Andi Maryati, pada Sabtu (20/9/2025).

Ketua Komisi II DPRD, Andi Fajrul Syam, menegaskan evaluasi ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan memastikan tidak terjadi ketidakefisienan dalam pengelolaan keuangan perusahaan daerah.

Masdi sendiri menanggapi sorotan tersebut dengan melakukan kampanye edukasi kepada pelanggan tentang penggunaan air yang bijak, sekaligus memperkenalkan beberapa inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan. Namun, pemerintah menilai langkah-langkah ini belum cukup untuk menjawab tantangan kompleks yang dihadapi Perumda Tirta Taka.

Dengan latar belakang itu, Pemerintah Kabupaten Nunukan membuka Seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) pada Kamis (18/11/2025). Empat kandidat dinyatakan lulus seleksi administrasi, yakni Apriansyah, Firdaus, Rahmad Asis, dan Rahman. Proses ini dilakukan secara terbuka dan melibatkan panitia independen untuk menjamin objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menekankan bahwa seleksi direktur bukan sekadar formalitas. Ia berharap proses ini melahirkan sosok yang mampu membawa energi baru bagi perusahaan.

“Kami mencari pemimpin yang berintegritas, visioner, dan mampu menjawab tantangan pelayanan air bersih yang semakin kompleks,” ujar Hermanus.

Sementara itu, Plt. Sekda Nunukan, Ir. Jabbar, menambahkan bahwa masyarakat harus yakin bahwa figur yang terpilih adalah yang terbaik. Seleksi yang terbuka diharapkan tidak hanya menghadirkan kepemimpinan baru, tetapi juga strategi modernisasi dan peningkatan pelayanan bagi Perumda Tirta Taka.

Meskipun Masdi kini harus menutup babak kepemimpinannya, kontribusinya tetap diakui. Prestasi nasional, penghargaan Top BUMD Awards, dan pencapaian laba bersih perusahaan menjadi catatan positif yang tidak dapat diabaikan. Namun, evaluasi DPRD Nunukan menjadi pengingat bahwa kepemimpinan juga harus mampu menghadapi tantangan lokal secara efektif.

Akhirnya, perjalanan Masdi di Perumda Tirta Taka menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat: kesuksesan di tingkat nasional tidak selalu menjamin penyelesaian masalah lokal. Kini, perhatian beralih pada siapa figur baru yang akan memimpin perusahaan dan membawa Perumda Tirta Taka menuju era pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan inovatif. MM


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....