Solidaritas Malinau Turun Tangan Padamkan Api di Mansalong
- 15 Sep 2025 01:37 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Kebakaran hebat melanda kawasan Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, pada Minggu (14/9) dini hari. Dalam hitungan jam, puluhan rumah rata dengan tanah, meninggalkan duka mendalam bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Kobaran api begitu cepat meluas, sementara Tim Pemadam Kebakaran setempat hanya memiliki tiga unit armada untuk melawan ganasnya api.
Di tengah keterbatasan itu, muncul secercah harapan. Jumiat, staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumbis, berinisiatif menelpon pemadam kebakaran di Kabupaten Malinau. Gayung bersambut, tak lama kemudian armada dari Malinau tiba untuk membantu. Empat unit mobil pemadam, dua mobil penyiram dan dua mobil pendukung, bersama 25 personel langsung dikerahkan ke lokasi. Kerja sama lintas daerah ini akhirnya mampu menjinakkan api sekitar pukul 07.00 pagi.
Meski puluhan rumah habis dilalap si jago merah, upaya gabungan ini berhasil mencegah api merembet lebih luas ke kawasan pemukiman lainnya. Bagi warga Mansalong, bantuan dari Malinau menjadi penopang penting dalam saat-saat sulit. “Saya lihat api makin besar, dan kita kesulitan memadamkannya. Maka saya pun berusaha menelpon mereka. Tidak lama kemudian armada dari Malinau datang,” ungkap Jumiat dengan wajah penuh rasa syukur.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, yang meninjau langsung lokasi kebakaran, tak kuasa menyembunyikan rasa terima kasihnya. Ia bahkan menitip salam kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau. “Terima kasih banyak atas semua bantuannya. Titip salam buat Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh masyarakat Malinau atas kepeduliannya membantu mengatasi kebakaran ini,” ujar Hermanus.
Tak hanya memantau sisa-sisa kebakaran, Hermanus juga memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Ia meminta BPBD segera mendata jumlah korban dan kerugian, serta menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian. Menurutnya, jika melihat cakupan kebakaran yang luas dan dampak kerugian, tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menetapkan status darurat bencana nonalam.
Di balik tragedi ini, kebersamaan masyarakat dan dukungan lintas daerah memberikan pelajaran berharga, bahwa dalam musibah, solidaritas mampu menjadi penolong. Rury AS, Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Malinau, yang memimpin timnya ke Mansalong, menyatakan, “Kami datang dengan empat unit mobil dan 25 personel untuk membantu. Ini bentuk kepedulian kami sebagai saudara yang berdekatan.”
Kini, warga Mansalong berusaha bangkit dari puing-puing rumah mereka yang tinggal arang. Bantuan mulai berdatangan, semangat gotong royong tumbuh, dan tekad untuk membangun kembali kehidupan perlahan menguat. Musibah kebakaran ini meninggalkan luka, tetapi juga menyisakan cerita tentang empati, kepedulian, dan persaudaraan tanpa batas wilayah. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....