Detik-Detik Api Membesar di Jalan Sanusi

  • 08 Sep 2025 12:28 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Asap hitam pekat tiba-tiba membumbung tinggi dari salah satu rumah di Jalan Sanusi Blok Tiga, Kelurahan Nunukan Barat, Senin (08/09/2025) pagi. Dalam hitungan menit, api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya. Warga panik berlarian, sebagian berusaha menyelamatkan barang berharga, sementara yang lain hanya bisa menonton dengan mata berkaca-kaca.

Seorang warga, Rahman, yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kebakaran, menceritakan bagaimana api mulai menjalar.

“Awalnya terlihat asap tipis, saya kira orang sedang masak. Tidak lama kemudian api meledak dari dapur rumah itu, lalu langsung membesar. Angin kencang bikin api cepat sekali merambat,” ucapnya.

Di tengah kepanikan, seorang anggota Satpol PP yang kebetulan berada di sekitar lokasi mencoba masuk ke rumah yang menjadi sumber api. Ia berusaha memutus selang gas kompor, namun usahanya gagal karena api sudah terlanjur besar.

“Beliau sempat masuk ke dalam, niatnya ingin lepas selang gas. Tapi karena api makin membesar, akhirnya keluar lagi dan segera melaporkan ke Damkar,” kata seorang warga lain, Aminah, yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Tak lama kemudian, suara sirene mobil pemadam menggema. Enam unit armada Damkar dikerahkan. Petugas berjibaku melawan api di tengah kondisi rumah kayu yang mudah terbakar. Dalam waktu sekitar 30 menit, kobaran api berhasil dikendalikan, namun tiga rumah sudah hangus tak tersisa, dan satu rumah lainnya mengalami kerusakan.

Meski tidak ada korban jiwa, beberapa warga yang kehilangan tempat tinggal. Rumah almarhum Habib Syech dan Rusli habis terbakar, sementara rumah milik Arbain mengalami kerusakan.

Di lokasi kejadian, suasana haru begitu terasa. Warga terlihat saling menguatkan satu sama lain. Sejumlah relawan membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Plt. Sekda Nunukan, Ir. Jabbar M.Si, yang datang ke lokasi mengatakan bahwa pemerintah daerah prihatin atas musibah ini dan akan segera menyalurkan bantuan darurat. Namun bagi warga sekitar, kenangan akan detik-detik kepanikan saat api membesar masih begitu jelas di ingatan.

“Kami hanya bisa pasrah, musibah datang tidak diduga. Semoga ada bantuan dan kami bisa bangkit lagi,” tutur Arbain, salah satu korban terdampak, dengan mata berkaca-kaca. MM


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....