Jarwasnaba: Gerakan Remaja Nunukan Lawan Narkoba dari Sekolah

  • 22 Agt 2025 21:08 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Ancaman narkoba di Kabupaten Nunukan kian nyata. Tidak hanya menyasar orang dewasa, barang haram ini juga perlahan masuk ke lingkungan sekolah. Data menunjukkan hampir 80 persen penghuni Lapas Nunukan adalah pelaku tindak pidana narkotika. Fakta tersebut membuat keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi orang tua yang khawatir akan masa depan anak-anaknya.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama BNN dan Tim Penggerak PKK meluncurkan Jaringan Remaja Waspada Narkoba (Jarwasnaba). Program ini menempatkan pelajar sebagai garda terdepan dalam gerakan antinarkoba, dengan pendekatan sebaya dan berbasis keluarga.

Kejahatan Luar Biasa Butuh Cara Luar Biasa. Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Jabbar, menegaskan narkoba adalah persoalan serius yang harus dihadapi dengan kesungguhan. Ia mengingatkan, ancaman itu tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan keluarga, pendidikan, dan masa depan.

“Situasi ini tentu saja harus menjadi keprihatinan kita semua, karena narkoba akan merusak mental dan kepribadian para generasi muda. Jadilah agen-agen anti narkoba, lakukan pendekatan dan berikan pemahaman kepada teman-teman dan lingkungan kalian,” tegas Jabbar.

Menurutnya, meski penindakan terus dilakukan, hasilnya belum maksimal. Oleh karena itu, pemerintah menaruh harapan besar pada Jarwasnaba untuk bergerak di akar rumput.

Pelajar Adalah Generasi Emas. Menurut, Zainal Arifin, penyuluh narkoba BNN Nunukan, menilai pelajar sebagai generasi emas harus mendapatkan perhatian khusus. Membekali mereka dengan pengetahuan sejak dini dinilai menjadi strategi pencegahan paling efektif.

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa, masa depannya masih panjang. Kesadaran sejak dini akan bahaya narkoba adalah bentuk pencegahan nyata. Tidak sedikit pelajar yang tersangkut kasus narkotika, termasuk melalui penyalahgunaan vape,” ungkapnya.

Zainal menambahkan, narkoba adalah musuh bersama. Untuk melawannya, diperlukan keterlibatan semua pihak, terutama keluarga.

Perketat Pengawasan Pergaulan dan Teknologi. Tidak hanya pemerintah dan lembaga, peran keluarga sangat penting. Zainal mengimbau orang tua lebih memperhatikan pergaulan anak, membatasi penggunaan teknologi, dan mendorong keterlibatan dalam aktivitas positif.

“Pengawasan yang kurang terkontrol bisa mengarahkan anak pada perilaku negatif. Rasa ingin tahu sering kali menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba. Orang tua harus memberi perhatian lebih, bimbingan, serta edukasi sejak dini,” jelasnya.

Ia juga mendorong anak-anak diarahkan ke kegiatan yang membangun, seperti olahraga, kegiatan remaja masjid, maupun remaja gereja. Kebiasaan positif diyakini akan menjauhkan remaja dari perilaku berisiko.

Di balik program Jarwasnaba, suara remaja menjadi bukti nyata bahwa generasi muda siap bergerak. Nurizza Syafia, siswi SMA Al-Ikhlas Nunukan, mengaku bangga bisa ikut terlibat.

“Dari kegiatan ini saya bisa menyalurkan dan memberitahukan kepada teman-teman tentang bahaya narkoba, apalagi di masa remaja. Saya juga bisa menjadi agen di dalam keluarga dan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada teman sebaya agar tidak mendekati narkoba.“Narkoba itu sangat berbahaya, bisa merebut nyawa kita. Kepada teman-teman yang masih sekolah, jangan dekati narkoba. Sayangi diri, keluarga, dan masa depan,” pesannya. Jumat (22/08/2025).

Jarwasnaba adalah gerakan dari akar rumput yang melibatkan remaja secara langsung. Kehadiran mereka di sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial diharapkan mampu menjadi benteng pertama untuk menahan laju penyalahgunaan narkoba.

Dengan dukungan pemerintah, BNN, keluarga, dan peran aktif remaja, Nunukan berharap dapat membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan terbebas dari narkoba. Sebab, menjaga masa depan bangsa berarti menjaga generasi mudanya hari ini. MM


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....