Negara Hadir Lewat Tangan Polisi yang Peduli
- 09 Mei 2025 17:23 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Ada haru yang sulit dibendung di Pelabuhan Tunon Taka, Selasa sore (6/5/2025). Dua sosok renta, Ibu Juli Kedang (67) dan Bapak Petrus Wedang (74), berdiri di bibir dermaga dengan mata berkaca-kaca. Setelah bertahun-tahun memendam rindu, akhirnya mereka dapat kembali ke kampung halaman tercinta di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bukan karena uang mereka berangkat. Tapi karena hati. Karena uluran tangan dari mereka yang masih percaya, bahwa kemanusiaan lebih tinggi dari sekadar pangkat dan jabatan.
Keinginan Ibu Juli dan Bapak Petrus untuk pulang telah lama terpendam. Bertahun-tahun mereka hidup pas-pasan di Nunukan, menabung harapan yang tak kunjung cukup untuk membeli tiket kapal. Tapi harapan itu berubah ketika Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan melaksanakan patroli rutin.
Saat itu, personel Polsek yang sedang menyambangi warga bertemu langsung dengan mereka. Dari percakapan sederhana, tergambar jelas kisah dua insan lansia yang hanya ingin pulang untuk melihat kampung halaman sebelum waktu memisahkan segalanya.
Tanpa banyak bicara, Polsek KSKP bergerak. Dalam diam, mereka menyiapkan segala kebutuhan. Tiket kapal, pengawalan, hingga memastikan keduanya bisa berangkat dengan aman dan bermartabat.
Dan pada hari keberangkatan itu, langit seakan ikut menangis. Mata Ibu Juli memerah, tangan Bapak Petrus gemetar. Mereka berdua menunduk di hadapan Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas, yang ikut mengantar langsung ke kapal. Suasana sunyi pecah oleh isak haru kecil dari petugas dan warga yang turut menyaksikan.
“Ini bukan tentang besar kecilnya bantuan. Ini tentang bagaimana negara harus hadir ketika rakyatnya tak punya siapa-siapa,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi RRI Jumat (9/5/2025).
Ia menambahkan, aksi ini adalah bagian dari program unggulan Polres Nunukan, yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai inti dari pengabdian.
Kini, kapal KM Bukit Siguntang tengah mengarungi lautan, membawa pulang dua jiwa yang akhirnya bisa menutup lembaran hidup mereka di tanah kelahiran, bukan di tanah rantau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....