Harga Plastik Melonjak, Pengusaha Tempe di Nunukan Khawatir Harga Jual Naik
- 21 Apr 2026 15:15 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Harga plastik pembungkus tempe dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, dari sebelumnya Rp31 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram. Kenaikan ini dinilai berpotensi mempengaruhi harga jual tempe, terutama jika harga kedelai juga terus meningkat.
Salah seorang pengusaha tempe di Nunukan, Nurfadilah, mengatakan harga tempe saat ini masih relatif stabil. Hal itu dikarenakan bahan baku kedelai yang digunakan masih stok lama, sehingga pelaku usaha masih mendapatkan keuntungan.
“Pesanan kami awal April lalu sudah naik menjadi Rp55 ribu per bungkus, satu bungkus itu satu kilogram. Memang ada kenaikan harga plastik,” ujar Nurfadilah, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, penggunaan plastik sebagai pembungkus tempe masih menjadi pilihan dibandingkan daun pisang. Hal itu disebabkan harga daun pisang di Kabupaten Nunukan juga tergolong mahal.
“Pernah mencoba menggunakan daun, tetapi harganya juga mahal. Satu pelepah sekitar Rp5 ribu dan hasilnya tidak banyak karena cara membungkusnya harus berlapis,”ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan harga kedelai juga mulai mengalami kenaikan, dari Rp10 ribu menjadi Rp11.500 per kilogram. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai belum berpengaruh signifikan pada produksi.
Menurutnya, selama harga kedelai masih berada di kisaran Rp14 ribu per kilogram, harga tempe dan tahu cenderung dapat dipertahankan. Namun, jika harga kedelai menembus Rp15 ribu per kilogram, maka penyesuaian harga jual tidak dapat dihindari.
“Yang sulit dipertahankan itu kalau harga kedelai sudah Rp15 ribu. Itu sudah sangat mahal. Kalau sekarang masih bisa bertahan dengan harga yang sama, meskipun keuntungannya tipis,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....