Persaingan dan Digitalisasi Jadi Tantangan UMKM Nunukan

  • 19 Nov 2025 12:24 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Persaingan ketat, terutama dalam produk seperti keripik singkong, menjadi tantangan UMKM Nunukan. Platform digital diharapkan menjadi solusi mencari buyer potensial.

Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Nunukan, Mardiana, S.STP, mengungkapkan bahwa persaingan dengan produk dari Jawa menjadi tantangan besar. Packaging, branding, dan bahan baku yang lebih unggul membuat produk lokal kalah bersaing. Rabu (19/11/2025).

"Persaingan juga menjadi tantangan, misalnya dalam produk seperti keripik singkong. Packaging dan branding dari pelaku UMKM di Jawa lebih unggul, dan bahan baku pun sering kali harus didatangkan dari luar daerah,” ucap Mardiana.

Baca Juga: Produk UMKM Jalasenastri Ramaikan Bazar Nunukan

Untuk mengatasi hal ini, Dinas Koperasi UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Nunukan mendorong pelaku UMKM memanfaatkan platform digital. Beberapa UMKM yang mengikuti expo di Brunei telah mulai menggunakan platform ini untuk mencari buyer.

“Oleh karena itu, kami terus mendorong UMKM agar lebih aktif mencari peluang di platform digital yang mempertemukan buyer dengan produsen. Beberapa UMKM yang mengikuti expo di Brunei sudah mulai memanfaatkan platform ini untuk mencari buyer," tambahnya.

Dengan memanfaatkan platform digital, diharapkan UMKM Nunukan dapat memperluas jaringan pemasaran. Langkah ini juga dianggap sebagai solusi mengatasi keterbatasan akses pasar tradisional. Mardiana menegaskan, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing UMKM. Pihaknya akan terus mendukung pelaku UMKM dalam mengoptimalkan peluang ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....